Alasan Warga Israel Doyan Liburan ke Thailand, Bikin Warlok Geram
Kedatangan turis asal Israel ke Thailand yang mengalami peningkatan hingga tahun lalu, membuat warga lokal (warlok) mulai merasa terganggu. Pasalnya selain membuka bisnis ilegal, para turis Israel ini sampai membuka pemakaman khusus Yahudi.
Menurut laporan Times of Israel, pada 2025 lalu ada lebih dari 420 ribu orang Israel datang ke Thailand. Dalam laporan disebut Thailand kini menjadi destinasi wisata favorit anak muda Israel setelah mereka menyelesaikan wajib militer.
"Bukan rahasia lagi bahwa Eropa mungkin tidak lagi semenarik dulu bagi wisatawan Israel. Mereka berusaha untuk menjauh sejauh mungkin dari konflik," kata Duta Besar Israel untuk Thailand Alona Fisher-Kamm
Namun kedatangan mereka ke Thailand justru bermasalah. Alona menyebut ini sebagai kesenjangan budaya.
"Saya percaya bahwa ada semacam kesenjangan budaya antara warga Israel dan Thailand," kata Fisher-Kamm, seraya mencatat beberapa "kasus ketidakpekaan " dan "perilaku buruk.
Ulah warga Israel yang membuat warga Thailand geram sudah berlangsung lama dan bermacam-macam. Mereka misalnya dituduh memiliki tanah secara ilegal, menjalankan bisnis ilegal, serta mendirikan tempat ibadah tanpa izin yang sah dari pihak berwenang.
Pada Juli misalnya, Kementerian Dalam Negeri Thailand memperluas penyelidikannya terhadap bisnis asing setelah seorang turis Israel menantang para pejabat selama inspeksi di sebuah Rumah Chabad Yahudi dengan mengatakan: "Apakah kalian tidak tahu ini adalah wilayah Israel?"
Pernyataan tersebut, yang diberitakan secara luas pada saat itu, memicu tanggapan dari menteri dalam negeri negara tersebut.
Turis Israel juga terekam dalam video sedang bertikai dengan pemilik bisnis terkait tagihan yang belum dibayar, sehingga beberapa bisnis menerapkan kebijakan "tidak menerima warga Israel".
Itulah yang menyebabkan terjadinya demonstrasi atas perilaku buruk turis Israel. Para pengunjuk rasa di depan Kedubes Israel mengangkat tanda-tanda bertuliskan "Selamatkan Thailand" dan "Ini Bukan Tanah Perjanjian", serta plakat yang meminta warga Israel untuk berperilaku baik di negara mereka.
"Keramahtamahan tidak sama dengan penyerahan diri pada eksploitasi, dan kesopanan bukanlah izin terbuka bagi siapa pun untuk bertindak tanpa hukuman di tanah kedaulatan kita," kata salah seorang pemimpin demo, Sondhi.
(imf/dna)