Cerita Penumpang Flydubai Diduga Dibajak: Ada Teriakan, Pilot Ditikam

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 15:40 WIB
Seorang penumpang pesawat Flydubai yang diduga dibajak saat menuju Israel menceritakan detik-detik mencekam sebelum akhirnya mendarat darurat di Arab Saudi. (Foto: Wikimedia/Anna Zvereva)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang penumpang pesawat Flydubai yang diduga dibajak saat menuju Israel menceritakan detik-detik mencekam sebelum akhirnya mendarat darurat di Arab Saudi, Rabu (30/9).

Pesawat rute Dubai, Uni Emirat Arab, menuju Israel itu dilaporkan membawa 180 penumpang. Setelah dua jam 15 menit terbang dari Dubai, pesawat Boeing 737 MAX itu tiba-tiba mengirimkan "kode squawk" 770, sinyal darurat internasional ketika melakukan putar balik di atas perbatasan Yordania-Arab Saudi.

"Kami mendengar teriakan di pesawat. Kemudian mereka membuka pintu kokpit dan kami melihat darah, lalu seseorang menusuk pilot dengan pisau lipat," kata perempuan yang tidak disebutkan namanya itu kepada stasiun televisi Israel yang dikutip Times of Israel. 

Perempuan tersebut mengatakan para penumpang membantu awak kabin menahan seorang penyerang.

"Kami berdoa, 'Shema Yisrael,'" katanya.

"Ada juga saat-saat ketika kami mengira kami tidak akan keluar dari pesawat dalam keadaan hidup," paparnya menambahkan.

Seorang penumpang lain yang menyebut dirinya sebagai Noam mengatakan teriakan mulai terdengar di dalam pesawat ketika beberapa dari mereka menyadari apa yang sedang terjadi.

"Kami memahami bahwa salah satu pilot ditikam dan mengalami luka serius, lalu mereka kehilangan kendali atas pesawat. Pesawat mulai menukik dengan cepat. Itu sangat menakutkan," paparnya.

Meski sejauh ini informasi resmi yang tersedia masih sangat terbatas, diduga terjadi pertikaian antara kedua pilot saat insiden terjadi.

Penerbangan FDB1073 itu juga sempat mengeluarkan kode 7500, yang menandakan pembajakan atau gangguan ilegal terhadap pesawat.

Data dari sumber-sumber yang tersedia untuk umum menunjukkan bahwa dua jam 15 menit setelah penerbangan dimulai, Boeing tersebut tiba-tiba menukik tajam, turun dari ketinggian 34.000 kaki menjadi sekitar 17.000 kaki dalam waktu kurang dari satu menit.

Sementara itu, kecepatan pesawat malah meningkat dari 411 knot menjadi hampir 600 knot.

Pesawat tersebut sempat kembali naik hingga 21.650 kaki selama beberapa detik sebelum kembali turun tajam, kali ini hingga di bawah 14.000 kaki.

Selama satu jam berikutnya, pesawat gagal mempertahankan ketinggian yang stabil. Namun, pesawat tetap berada di sekitar 15.000 kaki, yang mengindikasikan bahwa pesawat dikendalikan secara manual dan bukan menggunakan autopilot.

Otoritas Israel tidak dapat menghubungi pesawat selama insiden berlangsung. Jet tempur Angkatan Udara Israel dikerahkan untuk mencegat pesawat tersebut karena adanya kekhawatiran bahwa telah terjadi pembajakan.

Di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sejumlah pejabat senior militer melakukan penilaian situasi terkait insiden tersebut.

Namun, tidak lama kemudian, kontak dengan pesawat berhasil dilakukan dan penerbangan tersebut mendarat di Bandara Tabuk, Arab Saudi.

Para pejabat Israel mengatakan sinyal darurat tersebut dikeluarkan setelah diduga terjadi perkelahian di kokpit antara kedua pilot, meskipun rincian pasti mengenai insiden tersebut belum dikonfirmasi oleh maskapai.

Saat ini, seluruh penumpang dalam penerbangan tersebut telah mendarat "dengan selamat" di Bandara Tabuk, Arab Saudi. Maskapai Flydubai menyatakan bahwa "seluruh penumpang selamat dan telah terdata."

"Keselamatan dan kesejahteraan penumpang serta awak pesawat tetap menjadi prioritas utama kami," kata Flydubai.

"Pembaruan lebih lanjut akan disampaikan setelah informasi tambahan yang telah dikonfirmasi tersedia."

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK