Arrmanatha Nasir, Menlu Baru Segudang Pengalaman Diplomasi Luar Negeri

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 14:37 WIB
Arrmanatha Nasir dilantik menjadi Menteri Luar Negeri RI. Foto: Tangkapan Layar YouTube Setpres
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto mengangkat Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menjadi Menteri Luar Negeri RI menggantikan Sugiono, Kamis (1/10). Sugiono dipercaya di jabatan baru sebagai Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. 

Arrmanatha dilantik bersama dengan 16 pejabat lainnya di Istana Negara, termasuk pendahulunya Sugiono.

"Saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Arrmanatha Nasir dan Sugiono beserta para menteri baru yang diangkat Prabowo, Kamis (1/10) siang.

Profil Arrmanatha Nasir

Menlu RI yang bernama lengkap Arrmanatha Christiawan Nasir lahir di Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971.

Pia yang akrab disapa Tata itu mengenyam pendidikan di berbagai universitas ternama, seperti Universitas Buckingham, Universitas Leicester, dan Universitas Indonesia.

Di Universitas Buckingham, Tata mengambil program studi ekonomi. Dia lantas melanjutkan program magister di Universitas Leicester dan Universitas Indonesia dengan program studi yang berbeda.

Tata sempat bekerja sektor keuangan di bank swasta sebelum akhirya berkarier di Kementerian Luar Negeri.

Dia mulai bergabung dengan Kementerian Luar Negeri RI dan meniti diplomat karier sejak 1997. Pada 2001-2005, dia sempat menduduki sejumlah pos penting seperti Perwakilan RI untuk PBB di Jenewa serta bertindak sebagai regulator di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Lalu pada 2010, Tata dipercaya menjadi penasihat ekonomi untuk Presiden Majelis Umum PBB.

Kemudian pada 2018 hingga 2012, Tata menjadi Wakil Tetap (Watap) RI untuk PBB di New York, Amerika Serikat.

Dari 2014 hingga 2019, dia menjadi juru bicara Kemlu di era Menteri Retno Marsudi. Di sini, dia mulai dikenal publik luas.

Tata juga  pernah menjabat jadi Duta Besar RI untuk Prancis pada 2019 hingga 2021.

Dilansir dari Antara, pada 2023, ia dipercaya menjadi Wakil Presiden ECOSOC. Tat juga memimpin Coordination Segment ECOSOC, forum yang mempertemukan berbagai komisi fungsional, badan ahli, komisi regional, serta entitas dalam sistem PBB.

Pada tahun yang sama, Tata menyerahkan surat kepercayaan sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia untuk International Seabed Authority (ISA) di Kingston, Jamaika.

Setelah itu, Tata ditunjuk jadi Watap RI untuk PBB di New York pada 2021 hingga 2024 lalu.

Kemudian pada Oktober 2024, Prabowo melantik dia sebagai wakil menteri luar negeri, mendampingi Menlu saat itu Sugiono.

Isu Palestina

Pengalaman Arrmanatha di panggung multilateral juga membawanya terlibat dalam pembahasan mengenai Palestina di PBB.

Pada 2024, ia tercatat sebagai salah satu Wakil Ketua Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People, sebuah komite PBB yang menangani isu hak-hak rakyat Palestina.

Pengalaman panjang di berbagai forum multilateral tersebut menjadi salah satu bagian penting dari rekam jejak Arrmanatha sebelum kembali ke Jakarta dan masuk ke jajaran pimpinan Kementerian Luar Negeri.

Kini tak lagi orang nomor dua di Kemlu, Tata menjadi orang nomor satu dan garda terdepan negara memimpin diplomasi luar negeri.

Di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu, peran diplomasi luar negeri dianggap sangat penting bagi Indonesia.

(isa/rds)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK