Delegasi Iran menegaskan bahwa mereka meninggalkan New York, Amerika Serikat sesuai jadwal, Senin (28/9), bukan diusir pemerintah Donald Trump.
Pengumuman itu disampaikan tak lama setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio disebut menuntut delegasi Iran segera meninggalkan negara itu setelah negosiasi gagal, mengutip seorang pejabat AS dan sumber kedua yang mengetahui masalah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah unggahan di X dengan akun Misi Iran di PBB, New York, delegasi Iran di PBB membantah laporan tersebut.
"Setelah tidak mencapai apa pun, Departemen Luar Negeri (AS) telah menggunakan cara menyebarkan berita yang tidak berdasar dan tak penting," dikutip dari Al Jazeera.
Sebelumnya, ramai diberitakan Marco Rubio, mengusir delegasi Menlu Iran Abbas Araghchi dari AS setelah negosiasi mengenai Selat Hormuz kembali mengalami kebuntuan.
Rubio memerintahkan delegasi Iran yang menghadiri Sidang Umum PBB, termasuk Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi, segera meninggalkan AS.
Seorang pejabat AS mengkonfirmasi perintah tersebut.
Axios melaporkan Rubio memerintahkan Misi AS untuk PBB pada Senin (28/9) malam agar memberi tahu Misi Iran bahwa delegasi Araghchi harus "segera" meninggalkan New York.
Seorang pejabat AS mengatakan delegasi Iran sudah terlalu lama berada di AS. Sidang Umum PBB juga disebut telah berakhir sehingga delegasi Iran diminta meninggalkan New York.
Menurut pejabat tersebut, rombongan Araghchi kemudian terbang dari New York menuju Doha pada Selasa (29/9) pukul 01.20 waktu setempat atau sekitar 05.20 GMT.
Namun, sumber lain mengatakan Araghchi memang sudah dijadwalkan meninggalkan New York pada Senin malam. Araghchi sebelumnya juga mengatakan dirinya akan segera kembali ke Teheran.
Perintah Rubio muncul setelah upaya diplomatik AS dan Iran kembali menemui jalan buntu.
Gedung Putih sebelumnya berharap pembicaraan yang berlangsung pada Senin dapat menghasilkan kemajuan. Namun, pada sore hari, Washington menilai negosiasi telah mencapai jalan buntu.
Pembicaraan tersebut merupakan bagian dari upaya mediasi untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran dan mencari kesepakatan terkait Selat Hormuz.
(imf/bac)


