Gimmick Kocak Kampanye Pemilu Brasil, Trump hingga Mick Jagger 'KW'

CNN Indonesia
Minggu, 04 Okt 2026 11:40 WIB
Sejumlah kandidat unik meramaikan pemilu Brasil, pakai nama tokoh dan pemimpin terkenal seperti Trump hingga Mick Jagger. (Foto: AFP/DOUGLAS SHINEIDR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah kandidat unik meramaikan pemilihan umum di Brasil. Mereka menggunakan nama dan penampilan mirip tokoh terkenal, mulai dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, hingga vokalis The Rolling Stones, Mick Jagger, untuk menarik perhatian pemilih.

Salah satunya adalah pilot helikopter yang kini mencalonkan diri sebagai anggota Kongres Brasil, Plinio Vicentin Junior (59). Ia mengubah penampilannya menjadi mirip Trump, mulai dari gaya rambut, dasi oranye panjang, hingga cara berjalan dan berjabat tangan.

Saat berkampanye di Minas Gerais, Brasil bagian tenggara, ia mengendarai mobil klasik Pontiac Grand Ville dengan bendera Amerika Serikat berkibar di dekat kaca depan. Penampilannya menarik perhatian warga yang melintas.

Junior, yang menggunakan nama kampanye Plinio Trump, mengaku mendapat sambutan positif dari masyarakat.

"(Trump) disukai, ikonik. Hanya sedikit orang yang mencemooh saya. Kebanyakan orang tersenyum dan memeluk saya," kata Plinio Trump kepada Associated Press di Juiz de Fora, Senin (28/9) malam.

Fenomena kandidat dengan nama dan penampilan nyeleneh ini bukan hal baru di Brasil. Tradisi tersebut telah berlangsung selama hampir delapan dekade.

Pada pemilu tahun ini, ratusan kandidat unik ikut bersaing di antara lebih dari 7.800 calon anggota Kongres. Mereka juga meramaikan pemilihan legislatif di berbagai negara bagian.

Selain Plinio Trump, ada Henrique Barack Obama (57) yang menggunakan nama mantan Presiden AS Barack Obama. Ia mencalonkan diri untuk kursi Senat di Distrik Federal, tempat ibu kota Brasil, Brasilia, berada.

Namun, penampilan Henrique tidak terlalu mirip dengan Obama. Menurut temannya, Claudio Santos, nama tersebut lebih berkaitan dengan citra dan perhatian yang ingin ia dapatkan.

Kandidat lainnya, Mick Jagger, nama aslinya Walcy Calixto Vieira (66), seorang tukang kayu yang kembali mencalonkan diri untuk legislatif negara bagian Goias. Penampilannya ditandai dengan rambut berantakan dan poni panjang yang menutupi alis.

Kandidat lain menggunakan nama yang tak kalah unik. Scheile Aparecida Soares Brandao mencalonkan diri dengan nama "Nenek Tsunami" di Minas Gerais. Sementara itu, Francisco das Chagas Costa Oliveira menggunakan nama "Siapa Siapa" dalam pemilihan legislatif di Piaui.

Seorang sopir truk dari Parana, Marcelo da Rosa, memilih nama 'Lonely Boy" untuk mencalonkan diri sebagai anggota Kongres. Adapun Severino Cardoso Sobrinho, yang dikenal sebagai Samurai Taxi Driver, maju dalam pemilihan legislatif Pernambuco.

Ia merupakan ahli nunchaku yang kerap tampil dalam video Instagram.

Tradisi kandidat nyeleneh di Brasil bermula pada 1959. Saat itu, sekitar 100 ribu pemilih di Sao Paulo menuliskan nama Cacareco, seekor badak betina dari kebun binatang setempat, pada surat suara pemilihan dewan kota. Namun, otoritas pemilu membatalkan suara tersebut.

Fenomena ini sempat menghilang selama kediktatoran militer Brasil pada 1964-1985. Tradisi tersebut kembali muncul setelah Brasil menggelar pemilihan nasional pada 1989.

Salah satu kandidat yang mencuri perhatian saat itu adalah seorang dokter jantung, Eneas Carneiro.

Ia dikenal lewat pidato cepat dan gaya bicara menggebu-gebu dalam iklan kampanye berdurasi 15 detik. Carneiro meraih sekitar 360 ribu suara dalam pemilihan presiden tersebut.

Pada pemilu 1994, ia bahkan memperoleh 4,6 juta suara dan menempati posisi ketiga, di bawah Luiz Inacio Lula da Silva dan pemenang pemilu Fernando Henrique Cardoso.

Popularitas kandidat unik mencapai puncaknya pada 2010 ketika seorang badut sirkus sekaligus komedian, Tiririca, memenangkan kursi Kongres untuk Sao Paulo dengan lebih dari 1,3 juta suara.

Ia menggunakan slogan kampanye yang menyindir kinerja politikus, seperti "Keadaan tidak mungkin lebih buruk lagi" dan "Apa yang dilakukan seorang anggota kongres federal? Saya benar-benar tidak tahu. Pilih saya dan saya akan mencari tahu untuk Anda!"

Tiririca, yang memiliki nama asli Francisco Everardo Oliveira Silva, berhasil menjabat selama empat periode berturut-turut. Kini, ia kembali mencalonkan diri untuk periode kelima mewakili negara bagian Ceara. Pada 2022, ia memperoleh sekitar 70 ribu suara.

Profesor ilmu politik dari Universitas Insper di Sao Paulo, Carlos Melo, menjelaskan bahwa sistem pemilu proporsional Brasil membuat kandidat seperti Tiririca memiliki pengaruh terhadap perolehan kursi partai.

Dalam sistem tersebut, suara kandidat turut dihitung untuk partai politiknya. Dengan demikian, kandidat yang tidak memenangkan kursi secara langsung tetap bisa membantu partainya memperoleh lebih banyak kursi di Kongres dan dana publik.

"Beberapa kandidat ini memiliki cukup suara untuk memenangkan kursi mereka sendiri, tetapi yang lain hanya menambahkan 1.000 atau 2.000 suara untuk partai mereka. Mereka tidak mendapatkan kursi, tetapi mereka membantu partai mereka mengamankan bagian yang lebih besar dari Kongres dan dana publik," kata Melo.

Menurut Melo, meningkatnya jumlah kandidat unik juga berkaitan dengan perubahan dalam politik Brasil. Sejumlah tokoh politik tradisional mulai meninggalkan politik institusional sehingga membuka ruang bagi kandidat dengan pendekatan berbeda.

Sementara itu, Plinio Trump mengaku menggunakan sosok Trump bukan hanya karena kemiripan fisik. Ia juga menjadikan Trump sebagai referensi politik sayap kanan.

"Kami memiliki sedikit pilihan di sayap kanan di Brasil. Bagi saya, Trump adalah referensi sayap kanan," ujarnya, seperti dilaporkan KCAU9.

Setelah menyelesaikan kampanye di Juiz de Fora, Plínio Trump bersiap kembali ke Varginha, kota yang dikenal luas di Brasil karena dugaan penampakan UFO. Ia berharap penampilannya sebagai Trump dapat terus menarik perhatian pemilih menjelang pemungutan suara pada 4 Oktober.

(mge/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK