Siswi Malaysia Ditemukan Tewas di Aula Sekolah, PM Anwar Buka Suara

CNN Indonesia
Minggu, 04 Okt 2026 16:00 WIB
Malaysia menangkap tiga siswa laki-laki sekolah menengah atas (SMA) terkait dugaan pembunuhan terhadap siswi SMA di Yong Peng, Johor. (Foto: iStockphoto/aradaphotography)
Jakarta, CNN Indonesia --

Malaysia menangkap tiga siswa laki-laki sekolah menengah atas (SMA) terkait dugaan pembunuhan terhadap siswi SMA di Yong Peng, Johor.

Irene Sofiya Mohd Khairool Faisal, 16 tahun, meninggal setelah ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan berlumuran darah di sebuah aula sekolah di Yong Peng pada Sabtu (3/10).

Menurut kantor berita Bernama, salah satu dari tiga tersangka, yang semuanya berusia 16 tahun, dibawa ke Pengadilan Magistrat di Johor pada Minggu (4/10) pagi. Pengadilan kemudian mengeluarkan perintah penahanan selama enam hari hingga 9 Oktober.

Kepala Kepolisian Johor Ab Rahaman Arsad mengatakan anak laki-laki tersebut tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya. Sementara itu, status dua tersangka lainnya belum diketahui.

Menurut laporan The Star, polisi menangkap ketiga tersangka hanya beberapa jam setelah jenazah korban ditemukan.

Sejauh ini, aparat Malaysia telah menetapkan kasus kematian Irene sebagai pembunuhan berdasarkan Pasal 302 KUHP.

"Autopsi dilakukan hari ini di Rumah Sakit Sultanah Nora Ismail di Batu Pahat," kata Ab Rahaman pada Minggu.

"Korban mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan tubuh, dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian," papar Ab Rahaman menambahkan.

Ab Rahaman mengatakan motif serta keadaan yang melatarbelakangi kejadian tersebut masih belum diketahui.

Kasus ini terungkap ketika jenazah Irene ditemukan oleh neneknya. Sang nenek pergi ke sekolah setelah khawatir karena cucunya belum juga pulang hingga pukul 17.30 waktu lokal.

"Kami masih bisa membayangkan wajahnya dan tidak pernah menyangka akan kehilangan dia," kata teman sekelas korban kepada New Straits Times.

Perdana MenteriAnwar Ibrahim buka suara terkait kasus pembunuhan yang melibatkan anak-anak di bawah umur ini. 

Dalam unggahan di Facebook pada Minggu, Anwar mengatakan dirinya telah menginstruksikan pihak berwenang untuk segera melakukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan guna mengetahui penyebab kematian Irene.

"Jika terdapat unsur tindak pidana, tindakan tegas harus diambil sesuai dengan hukum," katanya seperti dikutip Channel News Asia.

"Keselamatan anak-anak kita merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak akan berkompromi dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka selalu terlindungi."

Anwar juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat mendiang Irene.

Ini merupakan insiden pidana terbaru yang melibatkan pelajar yang terjadi di Malaysia dalam beberapa waktu terakhir.

Oktober 2025, seorang anak laki-laki berusia 15 tahun ditahan karena menikam dan membunuh teman sekolahnya di sebuah sekolah menengah di negara bagian Selangor, Malaysia. Baru-baru ini, ia dinyatakan tidak sehat secara mental dan dibebaskan dari dakwaan pembunuhan.

---END

-AKHIR

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK