Yaman Umumkan Operasi Militer Rebut Wilayah yang Diduduki Houthi

CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 09:20 WIB
Chairman of the Yemeni Presidential Leadership Council Rashad al-Alimi gets out of his car as he arrives at at the Munich Security Conference, on February 13, 2026 in Munich. Heads of state and government as well as foreign and defence ministers from
Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman yang didukung Arab Saudi, Rashad Al Alimi, Foto: AFP/ALEX BRANDON
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman yang didukung Arab Saudi, Rashad Al Alimi, telah mengumumkan dimulainya operasi militer untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok milisi Houthi.

Dalam pernyataan pada Minggu (4/10), Al Alimi mengatakan pasukan pemerintah yang dikuasai secara internasional akan memperluas "otoritas negara dan lembaga-lembaga ke seluruh wilayah nasional."

"Kami telah menginstruksikan angkatan bersenjata, pasukan keamanan, dan semua formasi militer untuk mulai melaksanakan tugas yang telah ditetapkan sesuai dengan rencana yang telah disetujui hingga negara ini dibebaskan dari Houthi," ujarnya, seperti dikutip Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Al Alimi menambahkan semua lembaga negara akan disiagakan sepenuhnya "sampai misi selesai dan kemenangan tercapai".

Pengumuman ini disampaikan setelah tentara dan pasukan pemerintah Yaman melancarkan 257 operasi terhadap Houthi pada akhir pekan yang menargetkan lokasi, pergerakan, dan kemampuan militer kelompok tersebut.

Juru bicara pemerintah Yaman Majed Abdullah Al Nazili mengatakan operasi tersebut menewaskan setidaknya 700 anggota Houthi.

Pada Minggu, koalisi pimpinan Saudi melaporkan telah menjalankan 97 operasi terhadap bala bantuan Houthi di front Tor Al Baha dan poros Taiz menggunakan pesawat tempur, drone, artileri, rudal, dan penembak jitu.

Juru bicara Houthi Yahya Saee sementara itu mengatakan pihaknya telah menembakkan rudal balistik dan droen ke dua lokasi Saudi Aramco, yakni di Riyadh dan Khurais. Belum ada komentar langsung dari Arab Saudi mengenai serangan ini.

Analis pertahanan yang berbasis di London, Ibrahim Jalal, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa operasi "skala penuh" baru pemerintah Yaman telah membawa konflik ke "fase baru".

"Proses perdamaian dan de-eskalasi telah gagal karena ada ketidakseimbangan kekuatan yang jelas yang telah berlangsung setidaknya selama enam tahun terakhir. Untuk memecah kebuntuan, harus ada pertempuran yang menentukan," kata Jalal.

Pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman semakin intensif sejak gencatan senjata tahun 2022 runtuh pada bulan Juli.

[Gambas:Video CNN]

Pada pertengahan September, Houthi merebut kota pelabuhan Mocha dan pulau-pulau strategis di Selat Bab Al Mandeb, jalur vital untuk pengiriman minyak global, sebelum pasukan anti-Houthi menstabilkan garis depan.

Yaman telah dilanda perang saudara sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa pada tahun 2014.

(blq/dna)