Menteri Perminyakan Iran Resign saat Perang dengan AS

CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 10:28 WIB
Iranian Oil Minister Mohsen Paknejad looks on during the 27th Gas Exporting Countries Forum (GECF) ministerial meeting in Doha on October 23, 2025. (Photo by Karim JAAFAR / AFP)
Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengumumkan pengunduran diri. Foto: AFP/KARIM JAAFAR
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengundurkan diri dari jabatan di tengah perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS).

Wakil kepala komunikasi kantor presiden Iran, Mehdi Tabatabaei, mengatakan Presiden Masoud Pezeshkian telah menerima pengunduran diri Paknejad dan menunjuk Hamid Bovard sebagai pelaksana tugas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak ada penjelasan mengenai pengunduran diri Paknejad. Paknejad mundur saat AS menjatuhkan sanksi yang belum pernah dilakukan sebelumnya terhadap Iran, khususnya yang menargetkan sektor perminyakan Teheran.

Bovard sebelumnya menjabat sebagai kepala Perusahaan Minyak Nasional Iran. Ia telah menghabiskan sebagian besar kariernya di bidang operasi ladang minyak.

Pada Sabtu (3/10), Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan tidak ada lagi pengiriman minyak Iran di laut dan bahwa pendapatan minyak Iran pekan ini diprediksi nol.

Pada 25 Agustus lalu, Kementerian Keuangan AS meluncurkan Operasi Pengasingan Ekonomi, sebuah kampanye sanksi besar-besaran yang bertujuan mengisolasi Iran sepenuhnya dari sistem keuangan global.

Target utama operasi ini yaitu bank hingga perusahaan perantara asing yang membantu Iran mencairkan pendapatan minyak mereka.

(blq/dna)