Pilot Flydubai Diduga Berniat Tabrak Bandara Ben Gurion Israel
Pilot Flydubai yang nyaris membajak pesawat pada pekan lalu dilaporkan berniat menghantam Bandara Ben Gurion, Israel, saat peristiwa terjadi.
Pilot asal Oman yang bernama lengkap Hamam Al Hammami tersebut dikabarkan berkata demikian saat diinterogasi petugas.
"Saya mencoba melamar ke semua maskapai. Saya merencanakan operasi ini bahkan sebelum diterima oleh perusahaan mana pun," kata sang kopilot, yang disampaikan seorang sumber Israel kepada The Jerusalem Post.
"Impian saya adalah menabrak Bandara Ben Gurion," tambahnya.
Menurut sumber yang tak ingin diidentifikasi, Al Hammami telah mempelajari maskapai mana saja yang beroperasi ke Tel Aviv sehingga ia memilih Flydubai.
Dalam beberapa bulan terakhir, ia sering mengunjungi Ben Gurion sebagai pilot. Kunjungan terakhirnya terjadi pada bulan Juli, di mana ia mengumpulkan informasi intelijen dan mulai mempersiapkan serangan.
Pada Juli, Al Hammami disebut sempat berniat menabrakkan pesawat yang dibawanya ke Ben Gurion. Namun, karena kedekatan dengan salah satu kru, ia dilanda krisis nurani hebat dan memutuskan menundanya hingga akhir September.
Menurut intelijen Israel yang dikutip media Italia Corriere Della Sera, Al Hammami berencana menabrak gedung-gedung pencakar langit di Tel Aviv ketika peristiwa 30 September terjadi.
Rencana Al Hammami yakni membunuh pilot, Smit Machchhar, tanpa menarik perhatian, kemudian terbang mengikuti rute yang direncanakan ke Tel Aviv sebelum menabrakkan pesawat ke gedung-gedung tinggi di kota itu.
Berdasarkan keterangan sumber The Jerusalem Post, pihak berwenang Israel berasumsi bahwa Al Hammami bertindak seorang diri atas inisiatifnya sendiri. Tidak ada perintah dari kelompok teror mana pun.
Operasi Al Hammami direncanakan dan dieksekusi begitu cepat sehingga jet tempur Israel tidak bisa ikut campur.
Setelah menyerang Machhar dengan kapak darurat, Al Hammami mencoba menjatuhkan pesawat dengan terlebih dulu memanipulasi tuas kendali dan kemudian mematikan mesin.
Beruntung saat itu Machhar berhasil menghentikan aksi Al Hammami dengan bantuan penumpang.
Sebelum ini, Al Hammami bekerja untuk Oman Air, namun ia dipecat karena pandangan eksremisnya.
Financial Times pada Minggu (4/10) melaporkan bahwa Al Hammami tampaknya telah mengunjungi masjid-masjid radikal dan situs web ekstremis saat berada di Australia. Otoritas Australia kini menggelar penyelidikan untuk mengetahui apakah sang kopilot telah mengalami radikalisasi selama berada di Canberra.
Pesawat Flydubai dengan nomor penerbangan FZ1073 nyaris dibajak pada Rabu (30/9) usai kopilot mencoba menjatuhkan pesawat. Pesawat saat itu membawa 174 penumpang dari Dubai, Uni Emirat Arab, menuju Tel Aviv, Israel.
Insiden tak beres di dalam pesawat diketahui setelah jet mengirim sinyal bahaya dan tak lama kemudian putus kontak. Pesawat juga terlacak terbang dengan ketinggian dan kecepatan tak lazim.
Sang kopilot saat ini sedang diselidiki atas dugaan terorisme, setelah pesawat berhasil mendarat darurat dengan selamat di Arab Saudi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan peninjauan keamanan penerbangan internasional secara menyeluruh menyusul insiden ini.
(blq/bac)