Anak Bolsonaro Sekutu Trump Unggul, Pilpres Brasil Lanjut Putaran 2
CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 14:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Flávio merupakan putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, sekutu setia Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (REUTERS/CARLA CARNIEL)
Selain pemilihan presiden, hasil pemilu menunjukkan penguatan kubu kanan di parlemen Brasil.
Sebanyak 54 senator terpilih dalam pemilu kali ini. Dari jumlah tersebut, 34 di antaranya berasal dari kelompok kanan atau kanan ekstrem.
Sejumlah tokoh yang berafiliasi dengan Bolsonaro juga memenangkan kursi legislatif. Putra dan menantu Jair Bolsonaro, Carlos Bolsonaro dan Michelle Bolsonaro, terpilih sebagai senator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, putra bungsu Jair Bolsonaro, Jair Renan Bolsonaro, terpilih menjadi anggota majelis rendah Kongres.
Mantan Menteri Infrastruktur Jair Bolsonaro, Tarcísio de Freitas, juga terpilih kembali sebagai gubernur São Paulo, negara bagian dengan jumlah penduduk terbesar dan salah satu pusat ekonomi utama Brasil.
Kubu Bolsonaro memang menjadikan pemilihan senat sebagai salah satu prioritas. Senator memiliki kewenangan untuk memulai proses pemakzulan hakim Mahkamah Agung.
Isu tersebut menjadi perhatian pendukung Bolsonaro setelah Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman terhadap Jair Bolsonaro terkait upaya kudeta untuk membatalkan hasil pemilu 2022.
Flávio Bolsonaro juga membawa agenda untuk membebaskan ayahnya jika berhasil memenangkan kursi kepresidenan.
Jair Bolsonaro saat ini menjalani hukuman 27 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah merencanakan kudeta untuk mempertahankan kekuasaan dan menolak hasil pemilu yang dimenangkan Lula.
Menjelang pemungutan suara, Flávio menyerukan dukungan dari pemilih konservatif yang tidak selalu mendukung gerakan Bolsonaro, tetapi ingin mengganti Lula.
Kemenangan Flávio pada putaran pertama juga menjadi kejutan karena sejumlah jajak pendapat sebelumnya tidak memperkirakan besarnya perolehan suara kelompok sayap kanan.
Flávio disebut memperoleh momentum dalam beberapa hari terakhir menjelang pemungutan suara. Isu biaya hidup dan kekerasan perkotaan menjadi sejumlah persoalan yang memengaruhi pemilih.
Salah satu pendukung Flávio, Italo Andrade dos Santos, 31 tahun, mengatakan dirinya sebenarnya berharap Flávio dapat menang pada putaran pertama.
"Saya sedikit kecewa karena saya berharap Flávio menang di putaran pertama. Tapi saya senang dia unggul," kata Santos.
Ia mengaku memilih Flávio bukan semata-mata karena kandidat tersebut, tetapi untuk "menyingkirkan Lula" dari kekuasaan.
Hasil tersebut menjadi pukulan bagi kubu kiri yang berharap Lula dapat mengamankan masa jabatan keempatnya sebagai presiden Brasil tanpa putaran kedua.
Lula pertama kali terpilih sebagai presiden pada 2002 dan kembali menang pada 2006. Ia kemudian kembali terpilih pada 2022 setelah mengalahkan Jair Bolsonaro.
Kali ini, pendukung Lula menghadapi kebangkitan kelompok kanan yang semakin kuat di parlemen dan pemerintahan negara bagian.
Di Laranjeiras, salah satu kawasan yang dikenal sebagai basis pendukung kiri di Rio de Janeiro, ratusan pendukung Lula berkumpul untuk merayakan kemenangan.
Namun suasana berubah setelah hasil penghitungan menunjukkan keunggulan Flávio.
"Sangat menyedihkan bahwa rakyat Brasil telah memilih kemunduran yang begitu besar," kata salah satu pemilik bar Miolo di Laranjeiras, Marcelo Mac.
Mac mengatakan dirinya tidak menyangka putra Jair Bolsonaro kini berada di posisi teratas setelah ayahnya terlibat dalam upaya membatalkan hasil pemilu 2022.
"Dia orang yang sangat menjijikkan sehingga dia bahkan lebih buruk daripada ayahnya," kata Mac tentang Bolsonaro.
Nama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga menjadi salah satu isu dalam pertarungan politik Brasil.
Lula menuduh Trump berusaha memengaruhi pemilu Brasil untuk membantu kemenangan Flávio. Ia juga menuding kebijakan Washington bertujuan memperkuat pengaruh AS terhadap Brasil dan sumber daya alam negara tersebut.
Sebaliknya, Flávio berjanji membangun hubungan yang lebih dekat dengan Trump jika terpilih sebagai presiden.
Pilpres Brasil kali ini diikuti hampir 159 juta pemilih. Selain memilih presiden, warga juga memilih anggota parlemen negara bagian, 27 gubernur, 513 anggota majelis rendah, dan 54 dari 81 anggota senat.
Pemilihan presiden Brasil akan berlanjut ke putaran kedua setelah kandidat sayap kanan Flávio Bolsonaro unggul atas petahana Luiz Inácio Lula da Silva dalam pemungutan suara, Minggu (4/10).
Namun, Flávio belum berhasil meraih mayoritas mutlak sehingga harus kembali berhadapan dengan Lula pada putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung 25 Oktober.
Berdasarkan 99,9 persen suara yang telah dihitung, Flávio meraih 47 persen suara atau sekitar 56,1 juta suara. Sementara itu, Lula memperoleh 45,1 persen atau sekitar 53,8 juta suara.
Flávio merupakan putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, sekutu setia Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia kini berusia 45 tahun dan akan menghadapi Lula yang berusia 80 tahun dalam pertarungan dua kandidat pada putaran kedua.
Hasil tersebut menjadi dorongan bagi kubu Bolsonaro setelah sejumlah kandidat sayap kanan lainnya juga meraih suara dalam pemilihan kali ini. Ronaldo Caiado memperoleh 2,1 persen suara, sedangkan Renan Santos meraih 2,2 persen.
Flávio mengatakan hasil tersebut menandai "akhir dari sebuah era" bagi Partai Buruh yang dipimpin Lula.
"Lula telah bertarung dalam tujuh pemilihan presiden. Dia mengkhawatirkan kekuasaan. Saya mengkhawatirkan masa depan Brasil," kata Flávio kepada pendukungnya di Brasília.
Di sisi lain, Lula mengakui hasil putaran pertama tidak sesuai harapannya. Ia sebelumnya yakin dapat memenangkan pemilu tanpa harus masuk putaran kedua.
"Kita baru saja mendapat pelajaran tentang demokrasi Brasil. Hasilnya sering kali tidak terduga. Kita tidak pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan," kata Lula di São Paulo.
"Saya akui kepada Anda bahwa saya yakin akan memenangkan pemilihan di putaran pertama. Tetapi kita masih memiliki putaran kedua," ujarnya.
Lula kemudian mengatakan kampanye akan kembali dimulai dengan hanya dua kandidat. Ia berjanji menunjukkan perbedaan antara programnya dan program Flávio kepada pemilih.
"Mulai besok kita akan meluncurkan kampanye baru. Dalam kampanye dengan hanya dua kandidat, kita akan dapat menunjukkan perbedaan antara proposal kita untuk Brasil," katanya.
Bersambung ke halaman berikutnya....
Kubu Bolsonaro Menguat di Kongres
Flávio merupakan putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, sekutu setia Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (REUTERS/CARLA CARNIEL)
Selain pemilihan presiden, hasil pemilu menunjukkan penguatan kubu kanan di parlemen Brasil.
Sebanyak 54 senator terpilih dalam pemilu kali ini. Dari jumlah tersebut, 34 di antaranya berasal dari kelompok kanan atau kanan ekstrem.
Sejumlah tokoh yang berafiliasi dengan Bolsonaro juga memenangkan kursi legislatif. Putra dan menantu Jair Bolsonaro, Carlos Bolsonaro dan Michelle Bolsonaro, terpilih sebagai senator.
Sementara itu, putra bungsu Jair Bolsonaro, Jair Renan Bolsonaro, terpilih menjadi anggota majelis rendah Kongres.
Mantan Menteri Infrastruktur Jair Bolsonaro, Tarcísio de Freitas, juga terpilih kembali sebagai gubernur São Paulo, negara bagian dengan jumlah penduduk terbesar dan salah satu pusat ekonomi utama Brasil.
Kubu Bolsonaro memang menjadikan pemilihan senat sebagai salah satu prioritas. Senator memiliki kewenangan untuk memulai proses pemakzulan hakim Mahkamah Agung.
Isu tersebut menjadi perhatian pendukung Bolsonaro setelah Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman terhadap Jair Bolsonaro terkait upaya kudeta untuk membatalkan hasil pemilu 2022.
Flávio Bolsonaro juga membawa agenda untuk membebaskan ayahnya jika berhasil memenangkan kursi kepresidenan.
Jair Bolsonaro saat ini menjalani hukuman 27 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah merencanakan kudeta untuk mempertahankan kekuasaan dan menolak hasil pemilu yang dimenangkan Lula.
Menjelang pemungutan suara, Flávio menyerukan dukungan dari pemilih konservatif yang tidak selalu mendukung gerakan Bolsonaro, tetapi ingin mengganti Lula.
Kemenangan Flávio pada putaran pertama juga menjadi kejutan karena sejumlah jajak pendapat sebelumnya tidak memperkirakan besarnya perolehan suara kelompok sayap kanan.
Flávio disebut memperoleh momentum dalam beberapa hari terakhir menjelang pemungutan suara. Isu biaya hidup dan kekerasan perkotaan menjadi sejumlah persoalan yang memengaruhi pemilih.
Salah satu pendukung Flávio, Italo Andrade dos Santos, 31 tahun, mengatakan dirinya sebenarnya berharap Flávio dapat menang pada putaran pertama.
"Saya sedikit kecewa karena saya berharap Flávio menang di putaran pertama. Tapi saya senang dia unggul," kata Santos.
Ia mengaku memilih Flávio bukan semata-mata karena kandidat tersebut, tetapi untuk "menyingkirkan Lula" dari kekuasaan.
Hasil tersebut menjadi pukulan bagi kubu kiri yang berharap Lula dapat mengamankan masa jabatan keempatnya sebagai presiden Brasil tanpa putaran kedua.
Lula pertama kali terpilih sebagai presiden pada 2002 dan kembali menang pada 2006. Ia kemudian kembali terpilih pada 2022 setelah mengalahkan Jair Bolsonaro.
Kali ini, pendukung Lula menghadapi kebangkitan kelompok kanan yang semakin kuat di parlemen dan pemerintahan negara bagian.
Di Laranjeiras, salah satu kawasan yang dikenal sebagai basis pendukung kiri di Rio de Janeiro, ratusan pendukung Lula berkumpul untuk merayakan kemenangan.
Namun suasana berubah setelah hasil penghitungan menunjukkan keunggulan Flávio.
"Sangat menyedihkan bahwa rakyat Brasil telah memilih kemunduran yang begitu besar," kata salah satu pemilik bar Miolo di Laranjeiras, Marcelo Mac.
Mac mengatakan dirinya tidak menyangka putra Jair Bolsonaro kini berada di posisi teratas setelah ayahnya terlibat dalam upaya membatalkan hasil pemilu 2022.
"Dia orang yang sangat menjijikkan sehingga dia bahkan lebih buruk daripada ayahnya," kata Mac tentang Bolsonaro.
Nama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga menjadi salah satu isu dalam pertarungan politik Brasil.
Lula menuduh Trump berusaha memengaruhi pemilu Brasil untuk membantu kemenangan Flávio. Ia juga menuding kebijakan Washington bertujuan memperkuat pengaruh AS terhadap Brasil dan sumber daya alam negara tersebut.
Sebaliknya, Flávio berjanji membangun hubungan yang lebih dekat dengan Trump jika terpilih sebagai presiden.
Pilpres Brasil kali ini diikuti hampir 159 juta pemilih. Selain memilih presiden, warga juga memilih anggota parlemen negara bagian, 27 gubernur, 513 anggota majelis rendah, dan 54 dari 81 anggota senat.