Fakta-fakta Peneliti Wabah Rusia Meninggal hingga Ratusan Dikarantina

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 12:30 WIB
Petugas melakukan ilustrasi proses pengolahan sampel PCR tes di Intibios Lab Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 18 Februari 2021. Laboratorium tersebut akan segera beroperasi untuk bisa mendeteksi  virus corona setelah Dinkes DKI memberikan perizinan ke
Seorang peneliti di sebuah institut antiwabah di Irkutsk, Siberia timur, Rusia meninggal dunia usai jatuh sakit hingga membuat ratusan orang yang sempat berkontak juga ikut dikarantina. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Kronologi peneliti meninggal

Menurut badan pengawas kesehatan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor, pegawai di institut penelitian antiwabah di Irkutsk tersebut didiagnosis mengalami "pneumonia dengan etiologi yang tidak diketahui."

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (4/10), badan tersebut mengatakan situasi di kota Irkutsk dan Shelekhov "stabil" dan berbagai langkah telah diterapkan sebagai respons terhadap kasus wabah tersebut.

Kepala Republik Buryatia yang berada di dekat wilayah tersebut, Alexei Tsydenov, mengatakan di media sosial bahwa peneliti tersebut meninggal akibat wabah pes yang tidak disebutkan secara spesifik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wilayah Buryatia menjadi sorotan setelah peneliti yang meninggal dilaporkan sempat bepergian ke sana dalam beberapa hari terakhir. Namun, Tsydenov membantah bahwa peneliti tersebut pernah bepergian ke wilayahnya.

CNBC Internasional belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Kementerian Kesehatan Rusia juga belum segera menanggapi permintaan komentar dari CNBC.

Sementara itu, Rospotrebnadzor mengatakan tidak ditemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan aktivitas profesional pasien tersebut. 

WHO juga mengatakan kepada CNBC bahwa berdasarkan informasi tidak resmi yang tersedia, risiko kesehatan masyarakat bagi populasi umum tampaknya rendah. WHO menambahkan bahwa penilaian risiko akan diperbarui setelah informasi lebih lanjut tersedia.

(rds)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2