Menlu Arrmanatha Beber Proses Pembebasan Kru MT Honour dari Somalia

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 13:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono (kiri) dan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir (kedua kanan) berpelukan dengan anak buah kapal MT Honour 25. Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengungkapkan proses pembebasan empat warga negara Indonesia (WNI) kru kapal MT Honour 25 yang menjadi korban penyanderaan bajak laut Somalia. Keempat WNI tersebut disandera di Somalia selama lima bulan. 

Arrmanatha mengakui proses pembebasan para kru tersebut membutuhkan waktu panjang dan melibatkan diplomasi serta koordinasi dengan berbagai pihak.  

"Sejak awal Kementerian Luar Negeri telah melakukan diplomasi dengan berbagai pihak. Koordinasi kita tidak saja dilakukan dengan Pemerintah Somalia dan pemilik kapal, namun juga dengan pemerintah-pemerintah yang warga negaranya ikut di dalam kru kapal," kata Arrmanatha usai menyambut kedatangan keempat kru tersebut di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (6/10).

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada kapten kapal atas kepemimpinannya selama masa penyanderaan. Ia juga mengapresiasi keluarga para kru yang sabar menunggu kepastian kondisi anggota keluarganya selama hampir enam bulan.

Hadir juga dalam penyambutan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono. Sugiono mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan empat WNI tersebut setelah hampir enam bulan berada dalam penyanderaan.

"Setelah melalui perjalanan panjang, saudara-saudara kita bisa kembali dengan selamat ke Tanah Air, ke pangkuan keluarga mereka tercinta," kata Sugiono.

Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Pelindungan WNI dan KBRI Nairobi telah melakukan upaya pembebasan kapal MT Honour 25 beserta seluruh krunya sejak 21 April lalu.

Pemerintah melakukan koordinasi dengan otoritas dan berbagai pihak di Somalia. Kementerian Luar Negeri juga berkomunikasi dengan perwakilan negara asal kru lainnya.

Upaya tersebut berujung pada pembebasan para kru pada 29 September melalui operasi yang dilakukan otoritas Puntland.

Selama proses penanganan, Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Perhubungan juga menggelar kegiatan family engagement pada 5-7 Mei, 8-11 Juni, dan 15 September.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga komunikasi dengan keluarga para kru sekaligus memastikan informasi mengenai perkembangan kasus tersampaikan secara akurat.

Kementerian Luar Negeri turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Somalia dan otoritas Puntland, Kementerian Perhubungan, Komisi I DPR RI, perwakilan RI terkait, pemilik kapal, pemerintah negara asal kru lainnya, serta seluruh pihak yang mendukung proses pembebasan dan pemulangan para kru.

(mge/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK