AS Tarik Pesawat Bomber dari Inggris, Ini Peta Pangkalannya di Dunia
CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 20:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Penampakan pesawat pengebom Amerika Serikat B-52. Foto: (AFP/H/O)
Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikatmemiliki sejumlah pangkalan udara utama untuk mengoperasikan pesawat pengebom strategis. Pesawat-pesawat tersebut juga dikerahkan ke sejumlah pangkalan sekutu untuk menjalankan misi militer di berbagai wilayah.
Belasan pesawat pengebom B-1B Lancer milik AS meninggalkan RAF Fairford di Inggris pada Minggu (4/10) dan terbang kembali ke AS. Kepergian itu mengakhiri peran pangkalan tersebut sebagai salah satu titik peluncuran serangan AS terhadap Iran sejak 28 Februari.
RAF Fairford terletak sekitar 160 kilometer sebelah barat London. Pangkalan tersebut menjadi satu-satunya lapangan terbang Eropa milik Angkatan Udara AS yang dapat menampung pesawat pengebom berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, keberadaan pesawat pengebom AS di Fairford mendapat perhatian setelah sejumlah orang ditangkap karena diduga merencanakan serangan terhadap pangkalan tersebut. Selama dua minggu terakhir, enam orang ditangkap karena dicurigai melakukan "terorisme". Mereka semua dibebaskan dengan jaminan.
Pada 27 September, polisi Inggris menangkap lima pria karena diduga merencanakan penanaman bahan peledak di dekat Fairford. Polisi menemukan bensin di dalam van mereka, tetapi tidak menemukan alat peledak.
Kelima pria tersebut kemudian dibebaskan dengan jaminan. Polisi tetap melanjutkan penyelidikan terhadap mereka.
Polisi Inggris juga menangkap seorang warga negara Inggris-Iran berusia 25 tahun di London pada Kamis. Ia diduga merencanakan serangan terhadap pangkalan udara tersebut dan kemudian dibebaskan dengan jaminan pada 3 Oktober.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan Iran diduga memiliki kaitan dengan rencana serangan tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai dugaan keterlibatan Iran.
Iran membantah tuduhan tersebut. Pemerintah Iran juga memanggil duta besar Inggris di Teheran untuk memprotes penangkapan tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pemindahan pesawat pengebom dari Fairford dilakukan karena adanya ancaman yang berkaitan dengan Iran.
"Kami memindahkannya sedikit, tidak terlalu jauh," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin (5/10).
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan rotasi pesawat pengebom merupakan hal yang biasa. Ia juga mengatakan yakin terhadap keamanan pangkalan AS.
Pangkalan utama pesawat pengebom AS
Angkatan Udara AS saat ini mengoperasikan tiga jenis pesawat pengebom, yakni B-52 Stratofortress, B-1B Lancer, serta jenis ke-empat dalam pengembangan, yaitu B-2 Spirit. AS juga sedang mengembangkan pesawat pengebom generasi baru, B-21 Raider.
B-52 merupakan pesawat pengebom tertua yang masih digunakan AS. Pesawat B-52H yang beroperasi saat ini mulai dibangun pada awal 1960-an.
Pesawat tersebut memiliki bentang sayap sekitar 56 meter dan dapat membawa sekitar 31 ton senjata. Muatannya dapat berupa bom konvensional, bom nuklir, hingga rudal jelajah.
B-1B Lancer mulai beroperasi pada pertengahan 1980-an. Pesawat ini merupakan bomber tercepat AS dengan kemampuan mencapai sekitar 1,2 kali kecepatan suara.
B-1B dapat membawa sekitar 34 ton senjata. Pesawat ini memiliki kapasitas muatan konvensional terbesar di antara tiga jenis pengebom AS yang saat ini beroperasi. Namun, B-1B tidak lagi membawa senjata nuklir.
Lanjut ke sebelah...
Sementara itu, B-2 Spirit merupakan pesawat pembom siluman yang dirancang untuk menghindari sistem pertahanan udara. AS hanya membuat 20 unit B-2 dan 19 di antaranya masih beroperasi.
B-2 dapat membawa senjata nuklir dan konvensional. Pesawat ini juga dapat membawa bom "penghancur bunker" seberat 13.600 kilogram yang digunakan dalam serangan AS terhadap situs nuklir Iran pada Juni 2025.
AS kini mengembangkan B-21 Raider sebagai pesawat pengebom siluman generasi baru. Pesawat tersebut masih menjalani uji terbang dan dijadwalkan mulai dikirim pada 2027.
Seluruh armada pengebom AS berbasis permanen di AS. Pesawat tersebut ditempatkan di lima pangkalan udara utama.
B-52H ditempatkan di Barksdale Air Force Base di Louisiana dan Minot Air Force Base di Dakota Utara. B-1B ditempatkan di Dyess Air Force Base di Texas dan Ellsworth Air Force Base di Dakota Selatan.
Sementara itu, B-2 ditempatkan di Whiteman Air Force Base di Missouri. Ellsworth Air Force Base juga dijadwalkan menjadi pangkalan B-21 Raider mulai 2027.
Pangkalan-pangkalan tersebut memiliki landasan pacu yang panjang dan lebar. Panjang landasan umumnya mencapai lebih dari 3.000 meter.
Namun, landasan pacu bukan faktor utama yang menentukan lokasi operasi pesawat pengebom. Faktor lain seperti keamanan, penyimpanan senjata, serta dukungan logistik juga menjadi pertimbangan penting.
Untuk menjalankan misi di luar negeri, AS secara berkala mengerahkan pesawat pengebom ke pangkalan terdepan. Beberapa lokasi penting berada di Pangkalan Udara Andersen di Guam dan Diego Garcia di Samudra Hindia.
Selain itu, Angkatan Udara juga mengirim kelompok kecil pesawat pengebom ke pangkalan negara sekutu selama beberapa minggu. Penempatan tersebut dikenal sebagai Bomber Task Force.
Dalam rotasi terbaru, AS mengerahkan B-52 ke Moron di Spanyol. B-1B juga dikerahkan ke Orland di Norwegia dan Misawa di Jepang.
AS turut mengerahkan B-52 ke Tindal di Australia bagian utara. Pesawat tersebut tiba di pangkalan itu pada September.
Pesawat pengebom AS juga dapat menjalankan misi dari pangkalan di AS dengan bantuan pengisian bahan bakar di udara.
Dalam perang AS-Israel melawan Iran, sejumlah misi pengeboman berlangsung lebih dari 30 jam untuk perjalanan pulang-pergi.
Setiap kelompok yang terdiri dari tiga pesawat pengebom dapat membutuhkan enam hingga sembilan pesawat tanker untuk mengisi bahan bakar selama penerbangan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikatmemiliki sejumlah pangkalan udara utama untuk mengoperasikan pesawat pengebom strategis. Pesawat-pesawat tersebut juga dikerahkan ke sejumlah pangkalan sekutu untuk menjalankan misi militer di berbagai wilayah.
Belasan pesawat pengebom B-1B Lancer milik AS meninggalkan RAF Fairford di Inggris pada Minggu (4/10) dan terbang kembali ke AS. Kepergian itu mengakhiri peran pangkalan tersebut sebagai salah satu titik peluncuran serangan AS terhadap Iran sejak 28 Februari.
RAF Fairford terletak sekitar 160 kilometer sebelah barat London. Pangkalan tersebut menjadi satu-satunya lapangan terbang Eropa milik Angkatan Udara AS yang dapat menampung pesawat pengebom berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, keberadaan pesawat pengebom AS di Fairford mendapat perhatian setelah sejumlah orang ditangkap karena diduga merencanakan serangan terhadap pangkalan tersebut. Selama dua minggu terakhir, enam orang ditangkap karena dicurigai melakukan "terorisme". Mereka semua dibebaskan dengan jaminan.
Pada 27 September, polisi Inggris menangkap lima pria karena diduga merencanakan penanaman bahan peledak di dekat Fairford. Polisi menemukan bensin di dalam van mereka, tetapi tidak menemukan alat peledak.
Kelima pria tersebut kemudian dibebaskan dengan jaminan. Polisi tetap melanjutkan penyelidikan terhadap mereka.
Polisi Inggris juga menangkap seorang warga negara Inggris-Iran berusia 25 tahun di London pada Kamis. Ia diduga merencanakan serangan terhadap pangkalan udara tersebut dan kemudian dibebaskan dengan jaminan pada 3 Oktober.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan Iran diduga memiliki kaitan dengan rencana serangan tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai dugaan keterlibatan Iran.
Iran membantah tuduhan tersebut. Pemerintah Iran juga memanggil duta besar Inggris di Teheran untuk memprotes penangkapan tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pemindahan pesawat pengebom dari Fairford dilakukan karena adanya ancaman yang berkaitan dengan Iran.
"Kami memindahkannya sedikit, tidak terlalu jauh," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin (5/10).
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan rotasi pesawat pengebom merupakan hal yang biasa. Ia juga mengatakan yakin terhadap keamanan pangkalan AS.
Pangkalan utama pesawat pengebom AS
Angkatan Udara AS saat ini mengoperasikan tiga jenis pesawat pengebom, yakni B-52 Stratofortress, B-1B Lancer, serta jenis ke-empat dalam pengembangan, yaitu B-2 Spirit. AS juga sedang mengembangkan pesawat pengebom generasi baru, B-21 Raider.
B-52 merupakan pesawat pengebom tertua yang masih digunakan AS. Pesawat B-52H yang beroperasi saat ini mulai dibangun pada awal 1960-an.
Pesawat tersebut memiliki bentang sayap sekitar 56 meter dan dapat membawa sekitar 31 ton senjata. Muatannya dapat berupa bom konvensional, bom nuklir, hingga rudal jelajah.
B-1B Lancer mulai beroperasi pada pertengahan 1980-an. Pesawat ini merupakan bomber tercepat AS dengan kemampuan mencapai sekitar 1,2 kali kecepatan suara.
B-1B dapat membawa sekitar 34 ton senjata. Pesawat ini memiliki kapasitas muatan konvensional terbesar di antara tiga jenis pengebom AS yang saat ini beroperasi. Namun, B-1B tidak lagi membawa senjata nuklir.
Lanjut ke sebelah...
Pangkala Bomber AS Berbasis di AS hingga Eropa & Jepang
Penampakan pesawat pengebom AS B-52. Foto: AFP/HANDOUT
Sementara itu, B-2 Spirit merupakan pesawat pembom siluman yang dirancang untuk menghindari sistem pertahanan udara. AS hanya membuat 20 unit B-2 dan 19 di antaranya masih beroperasi.
B-2 dapat membawa senjata nuklir dan konvensional. Pesawat ini juga dapat membawa bom "penghancur bunker" seberat 13.600 kilogram yang digunakan dalam serangan AS terhadap situs nuklir Iran pada Juni 2025.
AS kini mengembangkan B-21 Raider sebagai pesawat pengebom siluman generasi baru. Pesawat tersebut masih menjalani uji terbang dan dijadwalkan mulai dikirim pada 2027.
Seluruh armada pengebom AS berbasis permanen di AS. Pesawat tersebut ditempatkan di lima pangkalan udara utama.
B-52H ditempatkan di Barksdale Air Force Base di Louisiana dan Minot Air Force Base di Dakota Utara. B-1B ditempatkan di Dyess Air Force Base di Texas dan Ellsworth Air Force Base di Dakota Selatan.
Sementara itu, B-2 ditempatkan di Whiteman Air Force Base di Missouri. Ellsworth Air Force Base juga dijadwalkan menjadi pangkalan B-21 Raider mulai 2027.
Pangkalan-pangkalan tersebut memiliki landasan pacu yang panjang dan lebar. Panjang landasan umumnya mencapai lebih dari 3.000 meter.
Namun, landasan pacu bukan faktor utama yang menentukan lokasi operasi pesawat pengebom. Faktor lain seperti keamanan, penyimpanan senjata, serta dukungan logistik juga menjadi pertimbangan penting.
Untuk menjalankan misi di luar negeri, AS secara berkala mengerahkan pesawat pengebom ke pangkalan terdepan. Beberapa lokasi penting berada di Pangkalan Udara Andersen di Guam dan Diego Garcia di Samudra Hindia.
Selain itu, Angkatan Udara juga mengirim kelompok kecil pesawat pengebom ke pangkalan negara sekutu selama beberapa minggu. Penempatan tersebut dikenal sebagai Bomber Task Force.
Dalam rotasi terbaru, AS mengerahkan B-52 ke Moron di Spanyol. B-1B juga dikerahkan ke Orland di Norwegia dan Misawa di Jepang.
AS turut mengerahkan B-52 ke Tindal di Australia bagian utara. Pesawat tersebut tiba di pangkalan itu pada September.
Pesawat pengebom AS juga dapat menjalankan misi dari pangkalan di AS dengan bantuan pengisian bahan bakar di udara.
Dalam perang AS-Israel melawan Iran, sejumlah misi pengeboman berlangsung lebih dari 30 jam untuk perjalanan pulang-pergi.
Setiap kelompok yang terdiri dari tiga pesawat pengebom dapat membutuhkan enam hingga sembilan pesawat tanker untuk mengisi bahan bakar selama penerbangan.