AS Kerahkan Drone 'Hunter Killer' Buru Kartel Narkoba Amerika Latin

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 20:14 WIB
A U.S. Air Force MQ-9 Reaper unmanned aerial vehicle (UAV) is parked on the tarmac at Rafael Hernandez Airport in Aguadilla, Puerto Rico, October 15, 2025. REUTERS/Ricardo Arduengo
Drone MQ-9 Reaper. (REUTERS/Ricardo Arduengo)

Reaper dilengkapi kamera termal dan perangkat untuk menyadap komunikasi elektronik. Kemampuan tersebut membuatnya mendapat julukan "hunter-killer" atau pemburu sekaligus pembunuh.

Sebelumnya, pemerintah AS membenarkan serangkaian serangan mematikan terhadap kapal yang diduga membawa narkoba dengan menyebut para penumpangnya sebagai kombatan musuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sejumlah pakar hukum menilai serangan tersebut ilegal. Mereka berpendapat orang-orang yang berada di kapal, meskipun diduga terlibat tindak pidana, tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap AS.

Kolombia dan Ekuador termasuk sedikit negara di kawasan yang sepakat menjalankan operasi gabungan dengan AS di wilayah masing-masing. Di kedua negara tersebut terdapat kelompok penyelundup yang telah ditetapkan Washington sebagai organisasi teroris.

Jumlah pasti MQ-9 Reaper yang dikirim ke Kolombia dan Ekuador belum diketahui. Pejabat AS hanya mengatakan jumlahnya kecil dan belum jelas berapa unit yang sudah tiba di masing-masing negara.

(mge/dna)

HALAMAN:
1 2