Kampus Top Belanda Pamer Ijazah Wapres RI, dari SMA Mana Hatta Lulus?
Salinan ijazah Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta dipajang di salah satu kampus ternama Belanda sebagai penghormatan atas dedikasinya.
Salinan ijazah tersebut dipajang secara abadi di Erasmus University Rotterdam (EUR), Belanda.
Dilansir dari situs Erasmus Magazine, ijazah Wapres yang akrab disapa Bung Hatta itu dipamerkan di aula sebuah bangunan dengan nama "Hatta Building". Bangunan itu dinamai demikian untuk menghormati perjuangan Bung Hatta atas kemerdekaan Indonesia.
Bung Hatta dahulu merupakan mahasiswa EUR. Peguruan Tinggi itu sebelumnya bernama Nederlandse Handelshogeschool.
Tokoh pendiri bangsa tersebut kuliah di Belanda pada tahun 1921-1932. Selama berada di negeri penjajah Indonesia, ia bergabung dan terlibat aktif dalam organisasi Perhimpunan Indonesia, hingga dipilih menjadi ketua perhimpunan pada 1926-1930.
Di bawah kepemimpinannya, arah pergerakan mahasiswa berubah menjadi organisasi politik yang tegas mengumandangkan asas non-kooperasi demi kemerdekaan.
Lulus dari SMA mana?
Sebelum melanjutkan kuliah ke Belanda, di mana Hatta bersekolah?
Perjalanan pendidikan sekolah menengahnya selama di tanah air pun cukup mengagumkan. Selama di tempat kelahirannya Bukittinggi, Sumatra Barat, Hatta menyelesaikan sekolah rakyat tiga tahun yang dilanjutkan ke Eurepese Lagere School (sekolah khusus anak kulit putih).
Setelah itu Hatta melanjutkan ke Meer Uitgebried Lagere Oderwijs (MULO) atau setingkat SMP seperti dikutip dari laman museum kepresidenan RI.
Saat masuk ke jenjang setingkat SMA, Hatta diterima di Prins Hendrik School di Batavia alias Jakarta. Ini adalah sekolah tinggi dagang setelah lulus pendidikan setingkat SMP yang lamanya lima tahun.
"Prins Hendrik School, Sekolah Dagang Menengah 5 tahun. Dasarnya 3 tahun HBS dan di atas itu ada 2 tahun jurusan dagang. Murid tamatan MULO diterima di kelas atau sering juga disebut kelas pertama bagian dagang," jelas Bung Hatta dalam Mohammad Hatta Memoir.
Jadi SMA 1 Boedoet
Sekolah tersebut masih berdiri sampai sekarang, menjadi SMA Negeri 1 Budi Utomo (Boedoet). Gedung SMAN 1 ini didirikan sekitar tahun 1900, sebelum akhirnya dihentikan saat masa agresi militer Belanda 2 di Indonesia seperti dikutip laman pemerintah Kota Jakarta Pusat.
Di Prins Hendrik School inilah Hatta lulus pada bulan Mei 1921, sebelum kemudian pergi ke Belanda untuk belajar di Nederland Handelshogeschool Rotterdam. Perjalanan akademiknya di sini didanai dengan beasiswa dari pemerintah Belanda, tepatnya Van Deventer-Stichting.
Selama kuliah di Belanda, Hatta mempelajari ilmu ekonomi, kemampuan dan gelar yang dia bawa hingga ke tanah air. Dalam buku biografinya, Berjuang dan Dibuang" Hatta menuliskan semua lika-liku kuliah hingga berorganisasi di sana.
Hingga pada Juni 1932, Hatta lulus sebagai doktor bidang ekonomi bagian pertama dan sebulan kemudian lulus doktor bagian kedua.
"Aku gembira aku lulus doktoral bagian pertama," katanya. Meski tidak menempuh predikat cum laude, namun hal itu sangatlah membanggakannya.
"Aku tidak mengharapkan predikat cum laude. Apalagi karena studiku di sini lamanya hampir 11 tahun, sedangkan biasanya lamanya lima tahun," kata Hatta.
(imf/bac)