Seorang mantan anggota badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), David J. Rush, ditangkap setelah pihak berwenang menemukan 300 batang emas senilai sekitar US$40 juta (sekitar Rp716 miliar) di rumahnya di Virginia.
Selain menyita 300 emas batang saat penggerebekan, petugas juga menyita sekitar 35 jam tangan mewah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut berkas pengadilan, David J. Rush sengaja merekayasa program pemerintah yang "sangat rahasia" untuk membenarkan akuisisi properti mewah di Florida selatan yang rencananya akan dijual kembali untuk keuntungan pribadi.
Berkas tersebut juga menyebutkan bahwa Rush secara terpisah merekayasa "aktivitas pemerintah sensitif" palsu untuk mendapatkan batangan emas tersebut.
Sebelumnya, jaksa penuntut menyebut David Rush sebagai "manipulator ulung" yang menggunakan posisinya yang rahasia untuk mengumpulkan emas batangan dan jam tangan mewah senilai jutaan dolar. Namun, pemerintah AS mengungkapkan dalam sidang Selasa (6/10) bahwa besarnya dugaan penipuannya jauh melebihi apa yang sebelumnya diketahui publik.
Jaksa penuntut juga menuduh Rush berbohong kepada rekan-rekannya dan kontraktor pemerintah tentang kualifikasi militer dan akademiknya serta program palsu yang ia ciptakan, dengan secara keliru mengklaim bahwa program tersebut telah disahkan oleh pejabat tinggi AS.
"Rush menggunakan wewenang pemerintahannya yang sah dan menciptakan kredibilitas pribadi untuk membangun kepercayaan yang mengarah padanya," demikian bunyi dokumen pengadilan tersebut dikutip dari Saudi Gazette.
Rush mengaku bersalah atas satu dakwaan penipuan melalui transfer elektronik selama sidang di Alexandria, Virginia.
Beberapa bulan lalu, Rush secara curang mencoba mengesahkan pencairan dana sebesar US$100 juta (Rp1,8 triliun) dari kontrak pemerintah. Ia dengan sengaja mengarahkan kepada orang lain, untuk mentransfer sekitar $145 juta (Rp2,6 triliun) ke sebuah perusahaan induk yang dibentuk atas arahannya.
Kemudian menggunakan dana tersebut untuk mengakuisisi empat properti "mewah" di Palm Beach dan Hobe Sound, Florida, demikian isi berkas tersebut.
Pengadilan juga menuduh Rush secara curang mengeklaim puluhan ribu dolar sebagai kompensasi untuk cuti militer setelah ia diberhentikan dengan hormat dari Angkatan Laut AS pada tahun 2015.
Menurut Departemen Kehakiman AS, tindakan tidak terpuji Rush menyebabkan pemerintah federal mengalami kerugian total sekitar $194 juta (Rp3,4 triliun). Kerugian tersebut termasuk lebih dari $1,8 juta (Rp32 miliar) untuk penerbangan sewaan pribadi yang diizinkan Rush untuk penggunaan pribadi dengan biaya pemerintah.
Dalam interogasi oleh para penyidik, Rush mengakui bahwa ia memberikan informasi kepada seorang pejabat pemerintah asing tentang identitas sumber rahasia pemerintah AS, demikian menurut berkas pengadilan baru. Berkas tersebut tidak menyebutkan negara mana yang diwakili oleh pejabat asing tersebut.
Hakim Distrik Michael Nachmanoff dijadwalkan untuk menjatuhkan hukuman kepada Rush pada 28 Januari 2027 mendatang.
Namun dalam sidang pada bulan Juni, pengacara Rush, Jessica Carmichael mengatakan bahwa kliennya awalnya tidak didakwa dengan kejahatan apa pun terkait penemuan batangan emas tersebut, yang ia sebut sebagai "pada dasarnya bukan masalah" dan "tidak lebih dari sekadar berita sensasional."
Dia mengatakan bahwa kliennya memperoleh batangan emas tersebut dengan cara yang sah dan menyimpannya terkunci di dalam brankas di ruang bawah tanahnya.
"Rush tidak pernah mengklaim bahwa itu miliknya," kata Carmichael.
Pihak berwenang juga mengatakan Rush berbohong tentang pendidikan dan latar belakang militernya saat melamar pekerjaan. Dia mengaku sebagai mantan pilot angkatan laut yang lulus dengan gelar sarjana dari Clemson University di South Carolina dan gelar master dari Rensselaer Polytechnic Institute di New York.
Namun para penyelidik menyimpulkan bahwa dia tidak pernah bertugas sebagai pilot angkatan laut dan tidak pernah bersekolah di salah satu lembaga tersebut.
Rush mendaftar di angkatan laut pada tahun 1997 dan diberhentikan dengan hormat dari angkatan laut cadangan sebagai letnan pada tahun 2015, menurut pernyataan tertulis FBI.

