KILAS INTERNASIONAL

Ijazah Wapres RI Dipajang Kampus Top sampai Malaysia Desak RI

CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 06:01 WIB
Malaysia's Prime Minister Anwar Ibrahim attends the 28th ASEAN-Japan Summit, as part of the 47th ASEAN Summit in Kuala Lumpur, Malaysia October 26, 2025. REUTERS/Chalinee Thirasupa/Pool
PM Malaysia Anwar Ibrahim meminta Indonesia dan ASEAN segera mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang memicu kabut asap di Negeri Jiran. (Foto: REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Ramai ijazah wakil presiden RI dipajang di kampus top dunia menjadi sorotan berita internasional pada Kamis (8/10).

Masalah karhutla RI di ASEAN hingga perang AS vs Iran jjuga masih menjadi sorotan berita internasional. Berikut kilas berita internasional:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ijazah Wapres RI Dipajang Kampus Top Dunia di Belanda

Salinan ijazah salah satu wakil Presiden Republik Indonesia (RI) dipajang di salah satu kampus ternama dunia sebagai penghormatan atas dedikasinya.

Salinan ijazah ini milik Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, yang dipajang secara abadi di Erasmus University Rotterdam (EUR), Belanda.

Dilansir dari situs Erasmus Magazine, ijazah Wapres yang akrab disapa Bung Hatta itu dipamerkan di aula sebuah bangunan dengan nama "Hatta Building". Bangunan itu dinamai demikian untuk menghormati perjuangan Bung Hatta atas kemerdekaan Indonesia.

PM Malaysia Anwar Ibrahim Mulai Desak RI-ASEAN Segera Atasi Karhutla

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta Indonesia dan ASEAN untuk segera mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang memicu kabut asap di Negeri Jiran.

Anwar menyampaikan pernyataan itu dalam unggahan di X pada Kamis (8/10). Dia juga mengatakan sudah berkomunikasi dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk membahas penanganan karhutla.

"Saya telah berbicara dengan Presiden Prabowo, yang sepakat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan; komitmen ini harus ditindaklanjuti dengan tindakan segera dan efektif dari pihak Indonesia untuk menangani akar penyebab kabut asap, sementara Malaysia siap untuk bekerja sama," kata Anwar.

WHO Belum Punya Gambaran Lengkap soal Dugaan Wabah Pes di Rusia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan belum memiliki gambaran lengkap mengenai dugaan kasus penyakit pes diRusia setelah seorang pekerja laboratorium di Siberia meninggal dunia pekan lalu.

Pekerja tersebut, Darya Shipilova (28), meninggal dua hari setelah mengalami gejala yang menyerupai flu. Ia bekerja di sebuah institut penelitian anti wabah di Irkutsk, Rusia timur.

Sejumlah laporan menyebut Shipilova diduga terinfeksi setelah mengalami kecelakaan kerja di laboratorium. Namun, otoritas Rusia membantah adanya hubungan antara kematiannya dan tempat ia bekerja.

(rds)
placeholder