Pesawat Terbakar Kena Roket Houthi, Bandara Saudi Setop Penerbangan

CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 09:50 WIB
Large plume of black smoke rises from the fuel storage area at King Khalid International Airport, in Riyadh, Saudi Arabia, September 19, 2026. Picture taken with a mobile phone. REUTERS/Stringer
Serangan proyektil Houthi Yaman menghantam sebuah pesawat Saudia Airlines di Bandara Riyadh, Arab Saud, mendorong sejumlah maskapai menghentikan penerbangan. (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan proyektil Houthi di Yaman menghantam sebuah pesawat Saudia Airlines di Bandara Riyadh, Arab Saudi, mendorong sejumlah maskapai menghentikan penerbangan ke ibu kota negara itu.

Tiga orang yang mendapat pengarahan mengenai insiden tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa serpihan dari rudal yang berhasil dicegat atau proyektil lain menyebabkan sebuah pesawat komersial milik Saudia Airlines mengalami kerusakan parah setelah terbakar saat sedang terparkir di terminal pada Kamis (8/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut mereka, pesawat tersebut diyakini tidak mengangkut penumpang saat kejadian. Namun, mereka tidak dapat memastikan apakah ada korban luka.

Sejumlah saksi mendengar ledakan di Riyadh, termasuk ledakan besar di Bandara Internasional King Khalid. Seorang saksi mengatakan kepada Associated Press bahwa petugas pemadam kebakaran dan ambulans dikerahkan ke lokasi. Sebuah video yang telah diverifikasi Reuters memperlihatkan kepulan asap hitam tebal dan kobaran api membumbung dari area bandara.

Secara terpisah, pejabat Saudi mengatakan bahwa puing-puing rudal yang berhasil dicegat menghantam sebuah taman kanak-kanak dan kompleks medis di Riyadh.

Saksi yang berbicara dengan syarat identitasnya dirahasiakan itu mengatakan bahwa penerbangan keberangkatan dihentikan dan para penumpang diminta meninggalkan bandara.

Lufthansa dan Air India mengonfirmasi bahwa mereka menghentikan sementara penerbangan ke Riyadh. Berdasarkan data yang dihimpun perusahaan analisis penerbangan Cirium, hampir separuh penerbangan keberangkatan dari bandara tersebut telah dibatalkan hingga pukul 15.00 GMT pada Kamis.

Sebanyak 31 pembatalan jadwal pesawat lainnya diperkirakan terjadi pada Jumat di seluruh bandara Arab Saudi.

Insiden ini terjadi setelah otoritas Saudi menyatakan pada Rabu bahwa tiga orang tewas dalam serangan Houthi yang menyasar Bandara Riyadh dan Bandara Abha di wilayah barat daya negara itu sepanjang pekan ini.

Pada Kamis, Houthi meningkatkan kampanye serangannya terhadap Arab Saudi. Kelompok tersebut berupaya melumpuhkan wilayah udara kerajaan itu dan memperingatkan para pekerja agar menjauhi fasilitas energi yang menjadi sasaran serangan.

Houthi menyatakan bahwa serangan terhadap Arab Saudi dilakukan sebagai respons atas dukungan negara itu terhadap pasukan pemerintah Yaman dalam perang saudara negara itu yang kembali berkobar.

(rds)
placeholder