AS Diklaim Siapkan Serangan Habis-habisan 3 Hari ke Iran

CNN Indonesia
Sabtu, 10 Okt 2026 05:30 WIB
Ilustrasi. AS disebut tengah menyiapkan serangan besar-besaran selama tiga hari ke Iran. Foto: AFP/EDWARD JACOME
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dilaporkan telah menyiapkan rencana serangan militer intensif selama tiga hari terhadap Iran, di tengah ketegangan kedua negara.

Namun Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington tidak akan menyerang Teheran sebelum pemilihan paruh waktu pada 3 November mendatang.

The New York Times melaporkan pada Kamis (8/10) bahwa militer AS telah menyusun sejumlah opsi serangan terhadap persenjataan rudal dan drone Iran, fasilitas energi, serta sejumlah target militer lainnya. Laporan tersebut mengutip sejumlah pejabat AS.

Para pejabat senior keamanan nasional yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance juga membahas rencana tersebut dalam pertemuan di Camp David pada Jumat (2/10).

Menurut sejumlah pihak yang mengetahui pembahasan itu, opsi yang disiapkan berfokus pada operasi militer singkat dan intensif selama sekitar tiga hari.

Serangan tersebut diperkirakan akan menyasar persenjataan rudal dan drone Iran yang sebagian besar telah dibangun kembali oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sejak fase awal perang.

Selain persenjataan, AS juga mempertimbangkan serangan terhadap fasilitas energi Iran, pos komando, dan markas besar IRGC.

Secara terpisah, Axios melaporkan Pentagon telah memerintahkan Komando Pusat AS (CENTCOM) beberapa hari sebelumnya untuk merampungkan persiapan jika Washington memutuskan melanjutkan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran.

Namun, perintah tersebut tidak menetapkan tanggal serangan. Trump juga belum mengambil keputusan akhir terkait kemungkinan dimulainya kembali operasi militer tersebut.

Axios melaporkan bahwa jika operasi dilanjutkan, serangan diperkirakan mencakup pemboman berskala besar terhadap fasilitas energi, infrastruktur, dan target nuklir Iran.

Persiapan militer itu muncul setelah Trump mengatakan pada Kamis (8/10) bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada 3 November. Ia juga menyinggung upaya diplomatik yang masih berlangsung antara kedua negara.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut Washington dan Teheran tengah mengadakan "diskusi produktif".

The New York Times juga melaporkan Trump berulang kali menolak usulan untuk kembali melancarkan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran dalam beberapa bulan terakhir.

Meski demikian, ia telah meminta Pentagon menyiapkan sejumlah opsi militer baru.

Di tengah perkembangan tersebut, tiga kapal induk AS diperkirakan akan berada di kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan mendatang sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer besar-besaran.

[Gambas:Video CNN]

(mge/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK