Putin Turun Tangan Bantu Akhiri Perang AS vs Iran

CNN Indonesia
Sabtu, 10 Okt 2026 18:20 WIB
Putin turun tangan menjadi penengah dalam perang antara AS dan Iran. Upaya mediasi ini berlangsung di tengah kebuntuan komunikasi langsung kedua negara. (Foto: Dmitri Lovetsky/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rusia Vladimir Putin turun tangan menjadi penengah dalam perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Putin berperan menyampaikan posisi Teheran terkait penyelesaian perang langsung kepada Presiden AS Donald Trump.

Kantor berita Rusia, Interfax, melaporkan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov telah mengonfirmasi langkah diplomasi tersebut dilakukan atas koordinasi dan persetujuan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

"Dengan berkoordinasi bersama Presiden Iran, Putin menyampaikan kepada Trump pandangan pihak Iran mengenai kemungkinan penyelesaian konflik tersebut," ujar Dmitry pada Sabtu (10/10), dikutip dari Reuters.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Putin dan Pezeshkian di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) di Turkmenistan.

Putin berjanji akan mengerahkan segala kemampuannya untuk membantu mengakhiri perang di Timur Tengah.

"Kami siap melakukan segala sesuatu yang berada dalam kemampuan kami untuk membantu menyelesaikan situasi ini," ujar Putin.

Upaya mediasi ini berlangsung di tengah kebuntuan komunikasi langsung antara Washington dan Teheran.

Kepada Putin, Pezeshkian menyebut negosiasi bersama AS tidak ada artinya. Ia menuding Washington kerap melancarkan serangan saat perundingan berlangsung dan selalu memaksakan pendekatan sepihak.

Selain itu, Pezeshkian mengatakan Amerika Serikat berusaha memaksakan kebijakan dan pandangannya kepada semua negara.

"Jika Amerika Serikat bersikeras menerapkan pendekatan sepihak, penyelesaian tidak akan mungkin tercapai," ujar Pezeshkian sebagaimana dilaporkan media pemerintah Iran.

Meski demikian, Pezeshkian menegaskan Iran tetap menginginkan terbentuknya kerangka kerja final untuk mengakhiri perang.

Di sisi lain, Trump mengklaim AS tengah menjalani pembicaraan yang produktif dengan Iran, serta berjanji tidak akan melancarkan serangan baru sebelum pemilihan paruh waktu di AS pada 3 November.

Adapun langkah Putin ini sekaligus mempertegas semakin eratnya kerja sama diplomatik dan militer antara Moskow dan Teheran sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

Kedua negara yang tengah menghadapi sanksi berat dari dunia internasional tersebut kini semakin saling bergantung.

Iran dituduh memasok drone dan rudal jarak pendek ke Rusia untuk digunakan dalam perang di Ukraina, sedangkan Moskow diduga memberikan dukungan data kepada Teheran untuk mendukung serangan terhadap target-target AS di Timur Tengah.

Putin dan Pezeshkian juga bertemu di sela-sela pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Shanghai di Kirgizstan pada bulan lalu.

Menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Putin dalam percakapan telepon dengan Pezeshkian mengatakan dirinya siap membantu menjadi mediator dalam perang di Timur Tengah.

(dhz/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK