Menlu Iran Telepon Menlu Saudi, Tawarkan Bantuan Dialog dengan Yaman

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 08:54 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: AFP/TATYANA MAKEYEVA
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. 

Dalam pembicaraan tersebut, Abbas menyatakan Iran siap memberikan bantuan yang diperlukan, untuk memfasilitasi dialog antara Arab Saudi dan Yaman serta mendorong tercapainya solusi politik. 

Selain itu Abbas juga mendesak penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi alih-alih dengan cara militer. 

Kantor berita pemerintah Arab Saudi melaporkan kedua menteri membahas peningkatan ketegangan di kawasan tersebut, termasuk setelah kelompok Houthi melancarkan serangan terhadap sejumlah bandara di Arab Saudi.

Dalam unggahan di Telegram pada Minggu (11/10), Araghchi memperingatkan bahwa pendekatan militer tanpa upaya mencari solusi politik justru akan memperburuk situasi. Araghchi menegaskan krisis di kawasan tersebut tidak dapat diselesaikan melalui kekuatan militer.

Pekan lalu, Araghchi juga menyatakan perang yang melibatkan Amerika Serikat "tidak memiliki solusi militer". Menurut Araghchi, negosiasi yang berlandaskan keadilan merupakan jalan untuk mengakhiri konflik.

Ketegangan meningkat setelah serangan mematikan Houthi di bandara Riyadh dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai 300 lainnya pada akhir pekan kemarin.

Menanggapi serangan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mempertimbangkan kembali keterlibatan Washington di Yaman. Ia juga membuka kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran.

Pernyataan Trump itu berbeda dari ucapannya pada Kamis (8/10) sebelumnya, ketika ia mengatakan AS tidak akan melanjutkan serangan terhadap Iran hingga pemilihan paruh waktu di negara tersebut selesai.

Hubungan Arab Saudi dan Iran sendiri kembali memburuk sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari 2026. Sejak itu, Iran dan kelompok-kelompok sekutunya dilaporkan menyerang aset militer AS serta infrastruktur energi di sejumlah negara Teluk, termasuk ladang minyak di Arab Saudi.

Meski ketegangan meningkat, hubungan diplomatik Riyadh dan Teheran masih bertahan. Kedua negara memulihkan hubungan diplomatik melalui kesepakatan yang dimediasi China pada 2023, setelah mengalami keretakan selama tujuh tahun yang turut memperburuk konflik proksi di kawasan.

Pada Maret, Faisal mengatakan kesabaran Riyadh terhadap serangan tersebut memiliki batas dan mendesak Teheran untuk mengevaluasi kembali strateginya, lapor Al-Jazeera.

[Gambas:Video CNN]

(mge/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK