Houthi Wanti-wanti Bandara Saudi Jadi Target, Kecuali Mekkah & Madinah

CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2026 19:35 WIB
Military spokesman of Yemen's Huthi group Yahya Saree addresses a rally in solidarity with Palestinians and the Gaza Strip and in condemnation of Israel and the US, in the capital Sanaa on May 2, 2025. (Photo by Mohammed HUWAIS / AFP)
Juru bicara milisi Houthi Yaman, Yahya Saree. Foto: AFP/MOHAMMED HUWAIS
Jakarta, CNN Indonesia --

Milisi Houthi Yaman memperingatkan semua bandara di Arab Saudi menjadi target serangan, kecuali Mekkah dan Madinah. 

Juru bicara Houthi Yahya Saree menyampaikan pernyataan itu di X pada Senin (12/10) usai milisi itu menggempur Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami ulangi peringatan kami ke seluruh maskapai penerbangan dunia, pegawai, serta penumpang dari seluruh dunia tentang bahaya mengoperasikan penerbangan ke bandara-bandara Saudi," kata Saree.

Dia lalu berujar, "Karena bandara-bandara itu tak aman kecuali bandara-bandara dan wilayah udara kawasan suci di Mekkah Al Mukaramah dan Madinah Al Munawwarah."

Saree juga meminta semua pihak menanggapi peringatan tersebut secara serius. Dia menyebut Saudi bertanggung jawab atas kegagalan pencegahan serangan tersebut.

Otoritas Saudi sempat menangguhkan operasional bandara di Riyadh pada Minggu (11/10) pascaserangan Houthi. Penutupan operasional bandara itu kemudian diperpanjang hingga Sabtu, 17 Oktober. 

Dalam beberapa hari terakhir, Houthi menggempur sejumlah wilayah Saudi termasuk bandara internasional. Imbas serangan ini sejumlah jemaah umrah menjadi korban, di mana 13 orang tewas dan ratusan orang terluka.

Rentetan serangan itu memicu kecaman dari komunitas dan organisasi internasional yang meminta semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog.

Houthi dan Saudi bertempur sejak beberapa bulan lalu. Perang ini berkobar di tengah perang Amerika Serikat dan Iran.

[Gambas:Video CNN]

(isa/dna)