Kisah Model AS Raup Rp3,5 Miliar Jual Kentut dalam Stoples

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 06:39 WIB
Model, bintang reality show, YouTuber, dan TikToker asal AS, Stephanie Matto, pernah meraup setara Rp3,5 miliar dengan menjual kentut dalam stoples.
Ilustrasi. (Thinkstock/VladimirFLoyd)
Jakarta, CNN Indonesia --

Model, bintang reality show, YouTuber, dan TikToker asal Amerika Serikat, Stephanie Matto, pernah meraup sekitar US$200 ribu atau Rp3,5 miliar dengan menjual kentut dalam stoples.

Setelah mengalami masalah kesehatan akibat bisnis tersebut, Matto tidak berhenti mencari keuntungan. Ia kini menjual koleksi stoples kentut dalam bentuk aset digital non-fungible token (NFT).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Matto dikenal setelah tampil dalam reality show 90 Day Fiance.

Ia mengatakan bisnis menjual kentut dalam stoples kaca sempat menarik perhatian publik karena menawarkan produk yang tidak biasa.

Namun, usaha tersebut berdampak buruk terhadap kesehatannya. Pada Hari Natal, Matto dilarikan ke unit gawat darurat (UGD) setelah mengalami gejala yang menyerupai serangan jantung.

Dokter kemudian mendiagnosis Matto mengalami sakit perut akibat penumpukan gas yang parah. Dokter juga memperingatkannya bahwa aktivitas yang ia lakukan untuk memenuhi permintaan pelanggan membahayakan kesehatannya.

Kondisi itu membuat Matto harus memikirkan ulang model bisnisnya. Ia menyadari bahwa menjual kentut secara langsung tidak dapat terus dilakukan karena berdampak pada kondisi fisiknya.

[Gambas:Video CNN]

"Saya harus memikirkan ulang model bisnis saya karena saya tahu bahwa menjual kentut saya dengan cara ini bukanlah sesuatu yang berkelanjutan secara fisik bagi saya," kata Matto kepada Business Insider.

Alih-alih meninggalkan bisnis tersebut, Matto menemukan cara baru untuk menghasilkan uang. Seorang seniman digital menghubunginya dan menyarankan agar stoples kentut yang sebelumnya ia jual diubah menjadi karya seni digital berbasis NFT.

Matto mengaku langsung setuju dengan gagasan tersebut. Ia merasa memiliki kreativitas dalam menghasilkan uang. Ia juga melihat NFT sebagai cara untuk melanjutkan usahanya tanpa harus terus-menerus memproduksi kentut secara fisik.

Pada 5 Januari 2022, Matto meluncurkan koleksi NFT bernama Fart Jars. Setiap NFT ditawarkan seharga US$186 atau sekitar 0,05 Ethereum saat peluncuran.

Menurut Matto, koleksi tersebut memiliki konsep yang lebih personal dengan animasi dan fitur yang dapat dibuka oleh pembeli. Sejumlah NFT juga menawarkan hadiah yang dapat ditukarkan, termasuk pakaian dalam bertanda tangan dan stoples kentut fisik yang disebut "sangat langka".

Matto optimistis bisnis barunya akan berhasil.

International Business Times melaporkan bahwa Matto bahkan mengklaim bahwa ia sangat pandai mengubah sesuatu "menjadi emas".

Matto mengaku semakin tertarik mempelajari dunia kripto setelah mengembangkan proyek tersebut.

"Semakin saya mengerjakannya, semakin saya menyadari betapa kerennya mempelajari lebih lanjut tentang kripto dan seluruh konsep NFT benar-benar menakjubkan dan keren bagi saya. Jadi saya merasa ini adalah arah yang ingin saya tuju," kata Matto kepada Business Insider melalui wawancara telepon.

Dalam situs resminya, Matto mempromosikan Fart Jars sebagai koleksi NFT generatif pertama di dunia yang mengangkat konsep stoples kentut.

"Untuk pertama kalinya, sebuah proyek NFT memberikan apa yang diinginkan masyarakat: stoples Kentut," demikian tertulis di situs tersebut.

Proyek itu juga menawarkan mekanisme deflasi, hadiah fisik yang dapat ditukarkan, serta akses ke saluran Discord pribadi yang memungkinkan pemegang NFT berinteraksi dengan Matto.

"Gabungkan ini dengan mekanisme deflasi, barang yang dapat ditukarkan di dunia nyata, dan utilitas berupa akses ke pakar stoples kentut Stephanie Matto melalui saluran Discord pribadi untuk semua pemegang. Kami yakin stoples Kentut akan membuat Anda terpukau," katanya.

(mge/bac)
placeholder