Bandara Riyadh Diserang, Singapura Larang Warga ke Saudi & Tunda Umrah

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 10:45 WIB
The Flag of Singapore fluttering over the Ministry of Communications and Information. Singapore is a popular tourist destination of Asia.
Singapura meminta warganya yang berencana melakukan umrah ke Arab Saudi untuk menunda perjalanan di tengah rentetan serangan ke bandara negara kerajaan itu. (Foto: iStockphoto/efired)
Jakarta, CNN Indonesia --

Singapura meminta warganya yang berencana melakukan umrah ke Arab Saudi untuk menunda perjalanan di tengah rentetan serangan ke bandara negara kerajaan itu dalam beberapa waktu terakhir.

Melalui pernyataan pada Rabu (14/10), Dewan Urusan Agama Islam Singapura (MUIS) meminta warga Singapura memperhatikan nasihat perjalanan yang telah dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (MFA) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Travel advisory dari Kemlu Singapura itu berisikan imbauan kepada seluruh warga Singapura untuk menunda segala jenis perjalanan ke Arab Saudi menyusul rentetan serangan rudal dan drone yang terjadi.

"Kami menyadari bahwa para calon jemaah pasti menghadapi dampak keuangan di luar kendali dan kesalahan masing-masing, maka (kami) mendesak para operator perjalanan untuk menangani kasus-kasus ini dengan baik, adil, dan pengertian," bunyi pernyataan MUIS seperti dikutip The Straits Times.

MUIS juga telah berkomunikasi dengan sejumlah agen perjalanan agar mempermudah para jemaah menunda dan menjadwal ulang perjalanan mereka ke Arab Saudi.

Lembaga itu mengatakan akan terus memantau ketat situasi dan berkoordinasi dengan lembaga pemerintah lainnya terkait perkembangan situasi di Timur Tengah.

[Gambas:Video CNN]

"Kami menghargai kesabaran dan pengertian dari komunitas (Muslim), dan mendorong para jemaah dan keluarga untuk tetap taat imbauan dan nasihat dari pihak berwenang di saat situasi terus berubah ini," kata MUIS.

Nasihat perjalanan ini keluar menyusul rentetan serangan diduga milisi Houthi Yaman yang terus meningkat ke Arab Saudi. Serangan-serangan itu belakangan menyasar fasilitas publik, termasuk sejumlah bandara terutama bandara di ibu kota Riyadh.

Sejumlah jemaah umrah bahkan turut menjadi korban dalam serangan yang diduga dilancarkan kelompok Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10). Serangan tersebut menewaskan sebanyak 12 orang dan melukai 309 lainnya.

Korban tewas terdiri atas empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.

Menurut Inside the Haramain, akun yang melaporkan perkembangan di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, jemaah dan pengunjung kedua masjid suci itu termasuk di antara korban serangan.

Dua dokter juga mengatakan kepada wartawan bahwa sejumlah jemaah yang hendak beribadah ke Makkah terluka saat menunggu giliran naik pesawat di bandara tersebut.

(rds)
placeholder