Kondisi Terkini 2 WNI Terluka Imbas Serangan Houthi di Saudi

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 21:00 WIB
Kemlu membeberkan kondisi terkini dua warga negara Indonesia (WNI) yang terluka imbas serangan milisi Houthi di bandara Arab Saudi. (REUTERS/Saudi Ministry of Media)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) membeberkan kondisi terkini dua warga negara Indonesia (WNI) yang terluka imbas serangan milisi Houthi di bandara Arab Saudi.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan kedua WNI itu mengalami luka ringan pada 11 Oktober.

"Kedua WNI tersebut merupakan mukimin (permanent resident) di Arab Saudi dan bukan jamaah umrah," ungkap Heni dalam pernyataan tertulis, Rabu (14/10).

Dia lalu berujar, "Dan keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama 11 Oktober 2026."

Heni mengatakan kedua WNI itu yakni RM, berusia 45 tahun, dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah, dan ET, berusia 32 tahu, dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi.

Di kesempatan terpisah, Kemlu mengimbau WNI di Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, khususnya kawasan Bandara Internasional King Khalid, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat.

[Gambas:Video CNN]

WNI yang akan bepergian dari dan menuju Arab Saudi diimbau untuk memastikan kembali status penerbangannya kepada maskapai masing-masing dan terus mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun KBRI Riyadh.

KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta memantau perkembangan informasi terkini termasuk dari sejumlah rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya untuk memastikan kondisi WNI.

Saat ini, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kekonsuleran serta pelindungan WNI. WNI yang membutuhkan bantuan bisa menghubungi hotline KBRI Riyadh (di nomor +966 569173990) dan hotline KJRI Jeddah (di nomor +966 503609667).

Beberapa hari terakhir, Houthi menggempur sejumlah wilayah Saudi. Serangan itu menyasar fasilitas strategis, seperti Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK