Dua orang warga negara Indonesia (WNI) mengalami luka ringan imbas serangan milisi Houthi yang menghantam bandara di Arab Saudi pada Minggu (11/10).
Sementara itu Kementerian Luar Negeri RI buka suara soal pilot asal Indonesia di maskapai Ethiopian Airlines, yang ditolak mendarat di Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut rangkumannya dalam Kilas Internasional hari ini, Kamis (15/10).
2 WNI Terluka Kena Serangan Houthi di Bandara Riyadh
Dua warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban luka dalam serangan kelompok milisi Houthi Yaman di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10).
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arab Saudi pada Selasa (13/10) melaporkan bahwa dua WNI mengalami luka ringan dalam serangan Houthi di Bandara Internasional King Khalid.
"(Mereka) mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi di Riyadh. Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama," demikian pernyataan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh usai menerima informasi dari Kemlu Saudi.
KBRI Riyadh sementara itu memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban tewas maupun luka dalam serangan terbaru pada Senin (12/10) dan Selasa (13/10).
Hacker Bobol Sistem Pendingin Supermarket di Prancis, Makanan Busuk
Peretas membobol sistem pendingin ratusan supermarket di Prancis hingga suhu lemari es dan freezer naik mencapai 50 derajat Celsius.
Serangan siber tersebut menyebabkan makanan rusak, produk beku mencair, hingga kebakaran di sejumlah toko.
Kantor Kejaksaan Paris pada Senin (12/10) mengatakan serangan siber "berskala besar" itu menyasar sistem pendingin yang terhubung ke internet di sejumlah jaringan ritel makanan besar di Prancis. Serangan tersebut mengakibatkan kerugian makanan dan kebakaran.
Felix Aime, analis intelijen ancaman siber senior di Sekoia Threat Detection and Research, mengatakan serangan tersebut juga berdampak pada Spanyol, Portugal, Polandia, Jerman, dan Belgia.
Kemlu Respons Israel Tolak Masuk Pilot Ethiopian Airlines Asal RI
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) buka suara usai pilot asal Indonesia yang menerbangkan Ethiopian Airlines ditolak mendarat di Israel.
Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan kementerian melalui koordinasi dengan Perwakilan RI terkait termasuk KBRI Addis Ababa di Ethiopia terus memantau perkembangan informasi dan kondisi pilot itu.
"Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Addis Ababa juga akan terus berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan hak-hak pilot WNI tersebut sebagai pekerja tetap terpenuhi dan tidak ada tindakan diskriminatif lanjutan," kata Yvonne dalam pernyataan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/10).
Indonesia mencatat pengakuan Ethiopian Airlines bahwa kejadian ini karena koordinasi internal yang kurang. Kemlu, lanjut Yvonne, mendorong maskapai untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
(tim)


