Eks Menhan Israel Bongkar Motif Netanyahu Serang Iran Jelang Pemilu

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 09:00 WIB
Mantan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menuding Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berpotensi melancarkan operasi militer baru terhadap Iran. (Foto: REUTERS/Brendan McDermid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menuding Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berpotensi melancarkan operasi militer baru terhadap Iran, Hizbullah, atau Hamas menjelang pemilihan umum pada 27 Oktober.

Menurut Lieberman, langkah tersebut diduga bertujuan mempertahankan kekuasaan di tengah persaingan politik.

Surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa pemimpin partai oposisi Yisrael Beiteinu, Lieberman, menyampaikan tudingan itu dalam sebuah acara di Herzliya, Israel tengah, pada Selasa (13/10).

Lieberman menilai Netanyahu lebih mengutamakan kelangsungan karier politiknya daripada keamanan nasional Israel. Ia juga menduga Netanyahu tengah mempertimbangkan langkah militer untuk memengaruhi situasi politik menjelang pemilu.

"Saya tidak ragu bahwa Netanyahu secara aktif berupaya melakukan manuver militer sebelum pemilihan, baik terhadap Iran, Hizbullah, atau Hamas," kata Lieberman, seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Ia mengklaim bahwa Netanyahu diduga mengambil keputusan berdasarkan keinginan untuk tetap berkuasa, bukan semata-mata pertimbangan keamanan.

Lieberman juga menolak kemungkinan Netanyahu bergabung dengan pemerintahan yang dipimpin oposisi setelah pemilu. Ia bahkan mendesak Netanyahu meninggalkan dunia politik.

"Netanyahu bahkan tidak layak menjabat sebagai menteri kerja sama regional di pemerintahan. Dia harus pergi," ujarnya.

Parlemen Israel, Knesset, dibubarkan pada 17 Juli menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober.

(mge/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK