Gempuran Houthi Makin Sengit, Ini Pernyataan Saudi soal Layanan Umrah

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 19:21 WIB
Saudi akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi warga negara, pengunjung, dan jemaah umrah di tengah meningkatnya serangan Houthi. (REUTERS/Saudi Ministry of Media)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi menegaskan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi warga negara, pengunjung, dan jemaah umrah di tengah meningkatnya serangan milisi Houthi di negara tersebut.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H Amodi, mengatakan pemerintahnya tetap mengedepankan perdamaian. Namun, ia menilai milisi Houthi justru terus meningkatkan eskalasi militer.

"Kerajaan Arab Saudi tentu mengambil tindakan-tindakan yang semestinya dalam rangka mengamankan warga Arab Saudi, para pengunjung, dan juga jemaah umrah. Sekali lagi, kami mengedepankan perdamaian. Namun, milisi Houthi lebih menekankan eskalasi militer," kata Faisal dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Jumat (16/10).

Faisal menegaskan bahwa Arab Saudi telah berupaya keras mencapai solusi politik yang komprehensif dan berkelanjutan di Yaman sejak milisi Houthi mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada 2014.

Menurut pemerintah Arab Saudi, berbagai upaya tersebut dilakukan bersama seluruh pihak di Yaman dan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman.

Bantuan kemanusiaan untuk Yaman

Arab Saudi juga menyatakan telah memberikan bantuan kemanusiaan, pembangunan, dan ekonomi kepada rakyat Yaman senilai lebih dari US$12,6 miliar atau sekitar Rp226 triliun sejak 2012 hingga 2026.

[Gambas:Video CNN]

"Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman yang sah melalui koalisi internasional. Dukungan itu bertujuan memperkuat kemampuan pemerintah Yaman dalam menjaga keamanan dan stabilitas negara," kata Faisal.

Arab Saudi mengatakan milisi Houthi menolak berbagai upaya dan inisiatif. Riyadh menilai kelompok tersebut justru terus meningkatkan serangan militer sehingga memperburuk kondisi kemanusiaan dan ekonomi di Yaman.

Arab Saudi juga menuding Houthi mengalihkan sumber daya dan kemampuan rakyat Yaman untuk membiayai persenjataan, termasuk rudal dan drone. Persenjataan tersebut dinilai mengancam keamanan Arab Saudi dan kawasan sekitarnya.

Menurut Arab Saudi, ancaman itu turut menyasar fasilitas sipil dan ekonomi, termasuk bandara, pelabuhan, jalur pelayaran, serta perdagangan internasional di Selat Bab al-Mandab dan Laut Merah.

Arab Saudi menyatakan serangan Houthi terhadap wilayahnya masih berlanjut meskipun pemerintah telah berulang kali mengupayakan penyelesaian melalui dialog. Riyadh juga menyebut kelompok tersebut menyerang sejumlah bandara, termasuk Bandara Abha, Bandara Internasional Raja Khalid, dan Bandara Raja Fahd.

Pemerintah Arab Saudi menyebut rangkaian serangan tersebut telah menewaskan 17 orang dan melukai 333 warga negara serta penduduk dari berbagai kewarganegaraan.

Riyadh kembali menyatakan dukungan politik dan militernya kepada Dewan Kepemimpinan Presiden, pemerintah, dan rakyat Yaman untuk mengakhiri kudeta Houthi serta memulihkan fungsi negara dan institusi pemerintahannya.

Arab Saudi juga mendesak masyarakat internasional menjalankan tanggung jawabnya dan melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Yaman. Riyadh meminta dukungan penuh bagi pemerintah Yaman yang sah untuk menghadapi milisi Houthi dan menghentikan ancaman terhadap Yaman, kawasan, serta dunia.

(mge/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK