PM Malaysia soal Karhutla RI: Kami Tetap Siap Bantu
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan siap membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap lintas batas (trans-boundary haze).
Malaysia juga mengusulkan mekanisme kerja sama di tingkat ASEAN untuk memperkuat penanganan masalah tersebut.
Anwar mengatakan dirinya memantau dengan saksama perkembangan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Menurut Anwar, dampak kabut asap telah dirasakan masyarakat Malaysia, terutama terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Dampak tersebut antara lain menyebabkan penutupan sekolah di sejumlah negara bagian dan wilayah di Malaysia.
"Malaysia tetap siap memberikan bantuan, seperti yang telah kami tawarkan sebelumnya," kata Anwar dalam unggahan di Facebook, Senin (19/10), seperti dilaporkan Malaymail.
Anwar juga mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia dalam mengerahkan puluhan ribu personel serta berbagai aset udara untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
Ia memahami bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan kompleks. Luasnya wilayah terdampak dan kondisi cuaca yang sulit diprediksi menjadi tantangan bagi upaya pemadaman.
Anwar menekankan bahwa persoalan kabut asap lintas batas membutuhkan komitmen dan tanggung jawab bersama dari negara-negara di kawasan.
Upaya tersebut perlu dilakukan sejalan dengan hubungan erat Indonesia dan Malaysia serta semangat kerja sama regional.
"Kami telah mengusulkan mekanisme kerja sama di tingkat ASEAN untuk memperkuat koordinasi, kesiapan, dan tindakan kolektif dalam menangani kabut asap lintas batas," ujarnya, seperti dilaporkan Bernama.
(mge/rds)