4 Pemimpin Dunia yang Pernah Diisukan Meninggal Padahal Sehat

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 07:45 WIB
(FILES) Cuban President Fidel Castro gestures during a public rally in homage of the Cuban nationals killed in terrorist attacks 06 February, 2006 in Havana. Fidel Castro resigned on February 19, 2008 as president and commander in chief of Cuba in a
Pemimpik Kuba Fidel Castro. (AFP PHOTO/Adalberto ROQUE / AFP PHOTO / ADALBERTO ROQUE)

3. Fidel Castro

Fidel Castro adalah pemimpin Kuba yang juga lebih dari sekali diterpa isu kematian, apalagi dia usia yang tidak muda lagi yang terentang dari 2006-2016.

Isu kematian dihembuskan karena dia sempat operasi usus dan kebiasaan menghisap cerutunya. Pada sekitar tahun 2006 misalnya, ada isu dia sudah meninggal. Tapi sebuah artikel dari The Daily Mail melaporkan sebuah artikel dilansir media pemerintah Kuba, yang memperlihatkan Castro sedang berdiri dekat pepohonan memakai kemeja dan topi cowboy. "Saya bahkan sudah tidak ingat lagi apa rasanya menderita sakit kepala," ucap Castro.

Artikel itu menjadi bukti terakhir sang revolusioner masih hidup dan terlihat sehat setelah lebih dari seminggu dikabarkan menjalani perawatan lantaran sakit keras.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CBS News pernah mengulas mengapa dia sering diisukan meninggal. "Pemimpin Kuba, Fidel Castro, selalu menertawakan spekulasi tentang kesehatannya,"tulis CBS .

Dengan postur atletis dan stamina fisik yang bertahan hingga usia 70-an, tampaknya ia akan terus berkuasa selama bertahun-tahun lagi.

Dokter pribadi Castro, seorang spesialis di bidang umur panjang, bahkan pernah menyatakan pada tahun 2004 bahwa pemimpin tersebut dapat hidup hingga usia 140 tahun. "Saya tidak melebih-lebihkan," kata Dr. Eugenio Selman.

Pada akhirnya ia meninggal dunia pada 25 November 2016 di usia 90 tahun.

4. Deng Xiaoping

Berkali-kali Deng Xiaoping dikabarkan meninggal, terutama pasca tregdei Tiananmen, 1989. Namun, media resmi Tiongkok biasanya membantah laporan tentang kesehatan pemimpin "Bapak China Modern ini dan menuduh media luar negeri mengarang berita tersebut dengan "motif tersembunyi".

Kantor Berita China Baru (NCNA), misalnya, berkali-kali menyebut "Kondisi kesehatan Deng Xiaoping sangat baik, menurut informasi yang diperoleh koresponden NCNA dari sumber yang dapat dipercaya," demikian bunyi laporan yang bertanggal Hong Kong tersebut.

Deng pernah dirumorkan meninggal pada 1989, setelah tindakan keras di Lapangan Tiananmen. Sebab, Deng sempat tidak terlihat di publik. Media dan siaran radio di Taiwan menyebarkan kabar bahwa Deng telah meninggal dunia. Pada 6 Juni 1989, stasiun televisi pemerintah Tiongkok (China Central Television) membantah keras kabar tersebut dan menyebutnya sebagai "rumor belaka" (pure rumor).

Pada Februari 1993, dia diisukan meninggal. Pihak berwenang Tiongkok segera membantah isu tersebut dan menyatakan bahwa Deng dalam kondisi sangat sehat, bahkan dapat berjalan bebas tanpa bantuan serta memiliki pikiran yang jernih saat berada di Shanghai.

Setahun kemudian, isu kematian Deng kembali berembus yang menyebabkan guncangan pasar finansial global.

Tuduhan ini dibantah langsung oleh putranya, Deng Pufang, yang menegaskan bahwa ayahnya berada dalam kondisi kesehatan yang sangat baik, menjalani kehidupan pensiun yang normal, dan bahkan sangat antusias menonton Piala Dunia 1994 di televisi.

Deng Xiaoping pada akhirnya wafat pada 19 Februari 1997 di usia 92 tahun akibat komplikasi penyakit Parkinson dan infeksi paru-paru. Namun, beberapa hari sebelum kematiannya, rumor kematian sempat kembali pecah dan dan lagi-lagi dibantah oleh pemerintah sebelum akhirnya ia benar-benar mengembuskan napas terakhir.

(imf/bac)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2