Pemimpin Partai Arab Israel Bersumpah Kalahkan Netanyahu di Pemilu
Pemimpin koalisi partai Arab di Israel bersumpah bakal mengalahkan aliansi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pemilihan umum (pemilu) pada 27 Oktober mendatang.
Dalam pernyataan di jumpa pers pada Selasa (20/10), pemimpin koalisi Joint List Yousef Jabareen menyatakan naiknya partisipasi Arab di pemilu Israel saat ini dapat mencegah Netanyahu dan partai-partai sayap kanan kembali membentuk pemerintahan.
"Meningkatnya partisipasi pemilih di komunitas Arab dapat memastikan penggulingan pemerintahan Netanyahu," kata Jabareen.
Jabareen berjanji akan memperkuat kehadiran internasional aliansi dan bekerja sama dengan institusi serta pemerintah berpengaruh untuk memperjuangkan hak-hak warga Arab dan Palestina.
"Kami ingin Joint List menjadi jaring pengaman bagi rakyat kami dari kekerasan dan kejahatan, dari kebijakan pembongkaran rumah, dan jadi jaring pengaman bagi kaum muda dalam isu-isu sosial dan ekonomi serta dalam membela hak mereka atas masa depan yang bermartabat dan aman," ujarnya.
Jabareen adalah salah satu pemimpin Joint List yang terdiri dari Partai Ta'al, Hadash, dan Balad. Ketiga partai Arab berkoalisi untuk mengikuti pemilihan umum pada 27 Oktober.
Survei terbaru Channel 12 Israel menunjukkan bahwa Joint List diproyeksi mendapat delapan kursi di pemilu parlemen. Sementara itu, koalisi United Arab List pimpinan Mansour Abbas diperkirakan memperoleh lima kursi, sehingga jumlah gabungan seluruh partai Arab menjadi 13 kursi.
Butuh 61 dari 120 kursi untuk membenuk pemerintahan Israel.
Pemimpin Partai Ta'al Ahmad Tibi pada bagiannya mengatakan bahwa misi utama Joint List di pemilu kali ini yaitu untuk mendepak Netanyahu dari kursi perdana menteri. Mereka juga ingin memastikan pemerintahan Israel tidak dipimpin partai sayap kanan.
"Kami menyadari bahwa pemerintahan alternatif mana pun bukanlah pemerintahan impian kami, tetapi kami dihadapkan pada pilihan antara yang buruk dan yang lebih buruk," ucapnya.
"Kami bertekad dan mengulurkan tangan kepada siapa pun yang ingin menggulingkan pemerintahan ekstremis ini," kata Tibi, seperti dikutip Anadolu Agency.
(blq/bac)