DPR Malaysia soal Karhutla RI sampai Bacaan Bismillah Demo Prancis
Demonstrasi besar-besaran yang berlangsung rusuh di Prancis hingga muncul bacaan 'Bismillah Gelap' menjadi sorotan berita internasional pada Rabu (21/10).
Asap kebakaran hutan dan lahan Indonesia yang mengganggu negara tetangga juga terus menjadi perhatian. Berikut kilas berita internasional:
Syed Saddiq Balas Lutfi: Ini Bukan soal Konflik Indonesia dan Malaysia
Anggota Parlemen Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman menegaskan persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukanlah konflik antara Malaysia dan Indonesia.
Ia menyatakan perusahaan yang terbukti terlibat dalam pembakaran harus dimintai pertanggungjawaban tanpa memandang asal negaranya.
Pernyataan itu disampaikan Syed Saddiq melalui video yang diunggah di media sosial, menyusul tanggapan mantan Menteri Perdagangan M Lutfi terkait kritik negara tetangga terhadap asap karhutla.
Pelapor Khusus PBB Serukan Warga RI Boikot Produk Terkait Israel
Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina Francesca Albanese menyerukan masyarakat global, termasuk Indonesia, menggunakan kekuatan ekonomi untuk menekan Israel agar mengakhiri pendudukan wilayah Palestina.
Melalui gerakan boikot, pilihan konsumsi sehari-hari hingga keputusan investasi, menurut dia, dapat menjadi instrumen perlawanan terhadap sistem ekonomi yang menopang pendudukan.
Albanese menekankan perjuangan membela hak-hak rakyat Palestina tidak cukup hanya mengandalkan diplomasi dan pernyataan politik.
Slogan 'Bismillah Gelap' Muncul di Demo Prancis, Dinilai Janggal
Slogan berbahasa Arab dan Prancis, "Bismillah, c'est les ténèbres", menjadi populer di kalangan pelajar yang menggelar demonstrasi di Prancis.
Ungkapan yang berarti "Dengan nama Allah, ini kegelapan" tersebut muncul di sejumlah aksi protes sekolah dan ramai dibagikan di media sosial karena dianggap janggal.
Slogan itu terlihat pada papan kardus di depan sekolah-sekolah yang diblokade. Ungkapan tersebut juga muncul dalam video parodi yang telah dibagikan puluhan ribu kali dan diucapkan aktivis Swedia, Greta Thunberg.
(rds)