Olok-olok AS, Iran Bikin Instalasi Satir Trump di Balik Jeruji Penjara
Iran kembali mengejek Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang digambarkan sedang berada di dalam penjara.
Ejekan itu terpampang dalam instalasi live di Tajrish Square, Teheran. Di instalasi tersebut tampak seorang seniman mengenakan setelan jas lengkap, rambut pirang, yang begitu menyerupai Trump. Dia terlihat mondar-mandir di balik jeruji besi itu.
"Merupakan kejahatan jika tak melihat adegan ini," demikian slogan dalam instalasi satir itu.
Dalam salah satu adegan, dia berdiri memegang jeruji besi sembari menatap ke depan. Di adegan yang lain, dia terlihat seperti ingin berteriak, mengajak orang lain masuk, lalu berakting dengan menempelkan tangan ke telinga, seperti mencoba untuk mendengar sesuatu.
Instalasi tersebut menarik perhatian warga Iran. Mereka ramai-ramai menonton, mengambil gambar, hingga merekam seniman itu.
"Menyaksikan adegan ini sungguh sangat menghangatkan hati, terlepas dari apa yang terjadi di negara kami," kata Atousa, , dikutip Al Jazeera, Rabu (21/10).
Dia lalu berujar, "Tapi hanya dengan kondisi seperti itu, di akhir itu adalah kemenangan bagi kami, bagi kaum muda Iran."
Instalasi ini muncul saat AS dan Iran terus berperang terutama di sekitar Selat Hormuz. Kedua negara ini padahal sempat gencatan senjata dan meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang.
Namun, AS disebut melanggar kesepakatan itu dengan terus menyerang Iran. Teheran tak tinggal diam dan terus membalas. Mereka juga menuduh Washington melakukan kejahatan perang karena menyasar instalasi dan fasilitas sipil selama perang.
Hingga saat ini, upaya negosiasi untuk mengakhiri perang yang dilakukan terus berlangsung.
Mereka tak kunjung mencapai titik temu karena AS ingin memusnahkan program nuklir Iran yang dianggap berbahaya, tetapi negara Timur Tengah ini menegaskan program nuklir itu untuk kepentingan sipil dan tak akan berkompromi soal ini.
(isa/rds)