Dino Patti Djalal Buka Suara soal Cara RI Tangani Kebakaran Hutan

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 12:30 WIB
Akhir pekan lalu, MSCI mengumumkan sedang mempertimbangkan untuk menurunkan peringkat indeks Indonesia dari pasar negara berkembang jadi pasar mandiri (standonline market) . Langkah ini bisa menjadi tanda kemunduran di tengah upaya Indonesia mempertahankan status sebagai pasar negara berkembang. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan wakil menteri luar negeri Dino Patti Djalal buka suara soal cara Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Dino, masalah kabut asap yang masih berlangsung adalah test case Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo Subianto bisa berdiplomasi secara bijak dalam menangani krisis kebakaran hutan.

"Bagaimana Indonesia bisa terus bertetangga dengan baik dalam situasi sulit dan bagaimana Indonesia sebagai negara yang dianggap sebagai pemimpin natural di kawasan Asia Tenggara bisa menangani krisis asap ini dengan cara yang semakin mengukuhkan kebesaran Indonesia bukan kekerdilan," ujar dia di media sosialnya, Kamis (22/10).

Dia lalu menyebut contoh yang pernah dilakukan Indonesia saat bekerja dengan negara lain mengatasi bencana, salah satunya tsunami Aceh pada 2004.

Cara Indonesia menangani krisis bencana alam terbesar dalam sejarah itu, lanjut Dino, justru membuat negara tetangga kompak bekerja sama di bawah komando RI sehingga. Dengan demikian, krisis tsunami bisa tertangani dengan baik.

"Dan akibatnya respect dan kepercayaan dunia terhadap Indonesia semakin tinggi," kata dia.

Sejak beberapa bulan lalu, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda sejumlah wilayah di Indonesia terutama Sumatra dan Kalimantan. Imbas kebakaran ini, Malaysia dan Singapura mengalami kabut asap dan mencatat indeks kualitas udara yang buruk.

Beberapa negara lain sempat menawarkan bantuan ke Indonesia untuk menangani karhutla. Namun, pemerintah sempat menolak.

Hingga akhirnya, pada pekan lalu, pemerintah setuju menerima bantuan dari negara tetangga.

Pendiri lembaga think tank Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu juga mengomentari narasi tudingan bahwa Singapura sedang berusaha menjatuhkan pasar modal Indonesia hingga merebut aset-asetnya melalui MSCI.

MSCI merupakan perusahaan jasa keuangan global Morgan Stanley Capital International.

Akhir pekan lalu, MSCI mengumumkan sedang mempertimbangkan untuk menurunkan peringkat indeks Indonesia dari pasar negara berkembang jadi pasar mandiri (standalone market).

Langkah ini bisa menjadi tanda kemunduran di tengah upaya Indonesia mempertahankan status sebagai pasar negara berkembang.

"[Ini] adalah pandangan yang tidak masuk akal dan jauh dari realita yang sebenarnya," kata Dino.

Dia lalu berujar, "Mengapa? Karena Singapura adalah negara tetangga yang mempunyai goodwill, trust, dan track record kerjasama yang sudah lama teruji oleh Indonesia."

Dino lantas mengatakan Singapura selalu membantu Indonesia saat sedang menghadapi bencana. Misalnya kala tsunami, gempa bumi, hingga pandemi Covid-19.

Singapura, lanjut dia, juga membantu Indonesia di bidang investasi, pendidikan, perdagangan melalui kerja sama.

Singapura punya kepentingan yang besar terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia. Sebab, mereka adalah salah satu negara yang paling terdampak jika terjadi gejolak politik dan ekonomi di Indonesia.

"Karena itu, sebagai negara kecil yang secara geografis dihimpit Indonesia dan Malaysia, hukumnya tabu dan haram bagi elit politik Singapura untuk berkonspirasi mencelakai Indonesia," ungkap Dino.

(isa/rds)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Karhutla Meluas, Warga Dibekap Asap

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK