Dalam Sejam, 2 Tentara Israel Bunuh Diri Usai Ditugaskan di Jalur Gaza
Dua tentara Israel dilaporkan bunuh diri dalam kurun waktu satu jam usai ditugaskan di Jalur Gaza, Palestina.
Menurut laporan media berbahasa Ibrani pada Kamis (22/10), dua tentara itu mengalami krisis psikologis setelah terlibat dalam agresi brutal Israel di Jalur Gaza.
Kedua tentara Israel itu dilaporkan bunuh diri dalam selisih waktu satu jam pada Kamis (22/10) malam waktu setempat.
Satu tentara dilaporkan meninggal di Netanyah, utara Tel Aviv, dan satu personel lainnya kedapatan bunuh diri di wilayah pendudukan Israel di selatan.
Sejak Israel meluncurkan agresi di Palestina, jumlah tentara negara Zionis yang bunuh diri memang meningkat.
Dikutip Middle East Monitor (MEMO), berbagai studi Israel menunjukkan perang berdampak buruk ke kesehatan mental para tentara yang memenuhi ambisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Gaza.
Selama agresi, Netanyahu menargetkan untuk melenyapkan Hamas, membebaskan para sandera, dan melucuti senjata milisi di Lebanon Hizbullah.
Pada Januari lalu, Kementerian Pertahanan Israel mencatat hampir 40 persen kasus post traumatic stress disorder (PTSD) di kalangan tentara sejak September 2023. Angka ini diperkirakan bakal meningkat hingga 180 persen pada 2028, demikian dikutip Reuters.
Kementerian juga melaporkan 60 persen dari 22.300 tentara atau personel yang dirawat karena luka perang mengalami pasca trauma sindrom.
Komite parlemen Israel pada Oktober juga menemukan 279 tentara mencoba bunuh diri dalam periode Januari 2024 hingga Juli 2025, meningkat tajam dari tahun sebelumnya.
Laporan itu turut menjabarkan tentara tempur mencakup 78 persen dari semua kasus bunuh diri di Israel pada 2024. Risiko bunuh diri atau melukai diri sendiri meningkat jika trauma tidak diobati.
Media Israel Haaretz bahkan melaporkan tentara yang bunuh diri sepanjang tahun ini mencapai 21 orang, nyaris dua kali lipat dari tahun sebelum agresi yakni 12.
Menanggapi angka semacam itu, pemerintah Israel memperluas layanan kesehatan untuk mereka yang menghadapi masalah mental, meningkatkan anggaran, dan meningkatkan 50 persen penggunaan pengobatan alternatif.
Penyedia layanan kesehatan terbesar kedua di negara itu, Maccabi, melaporkan 39 persen anggota militer yang dirawat mengalami masalah mental, dan 26 persen lainnya mencari tahu dan khawatir soal depresi.
Israel meluncurkan agresi brutal ke Palestina pada Oktober 2023. Selama operasi, mereka menggempur habis-habisan warga dan objek sipil seperti rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, hingga kamp pengungsian.
Akibat agresi brutal itu, lebih dari 72.000 warga di Palestina tewas, ratusan ribu lainnya mengalami luka-luka, dan jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi.
Para spesialis kesehatan mental juga melaporkan warga Palestina mengalami trauma psikologis yang meledak-ledak. Banyak di antara anak-anak sering mimpi buruk hingga kehilangan fokus.