Kelompok lobi Israel di Amerika Serikat (American Israel Public Affairs Committee/AIPAC) tidak akan memberikan dukungan lagi terhadap kandidat dalam pemilu.
Hal itu diumumkan pada Rabu (21/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengumuman itu menandai perubahan signifikan yang menggarisbawahi betapa dalamnya opini publik AS terhadap Israel telah bergeser akibat perang terbaru di Gaza, dan bagaimana dukungan para kandidat politik yang dulunya otomatis terhadap Israel kini semakin menjadi beban," tulis The Guardian.
"Melalui perubahan ini, AIPAC secara terbuka mengakui bahwa citra mereka telah menjadi buruk di dunia politik," kata Beth Miller, direktur politik Jewish Voice for Peace Action, salah satu kritikus AIPAC yang paling vokal.
"Semakin sedikit kandidat yang bersedia secara terbuka berafiliasi dengan kelompok ekstremis dan penghasut perang ini. Ini adalah sinyal yang jelas: mendukung genosida adalah politik dan kebijakan yang buruk."
Dalam surat AIPAC kepada para anggotanya yang pertama kali dilaporkan oleh Jewish Insider, kepemimpinan kelompok tersebut tampaknya mengakui bahwa kekuatan mereka yang dulunya sangat besar dalam pemilihan umum AS telah melemah karena semakin banyak kandidat yang secara terbuka menjauhkan diri dari Israel.
Dalam surat tersebut, mereka mencatat bahwa pemilihan umum 2026 adalah "salah satu lingkungan yang paling menantang dalam beberapa waktu terakhir" bagi kelompok tersebut dan memperkirakan bahwa "tantangan yang kita hadapi akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang."
Anggota Kongres New York, Pat Ryan, misalnya, mengumumkan pekan lalu bahwa ia akan mengembalikan hampir US$250.000 dari kelompok tersebut. Ia merupakan pejabat terpilih terbaru yang mengembalikan dana AIPAC.
Dion Nissenbaum, seorang jurnalis yang membuat film dokumenter tentang AIPAC, menampilkan wawancara dengan mantan orang dalam organisasi. Nissenbaum mengatakan kepada Guardian bahwa pengumuman tersebut tampaknya merupakan "pengakuan nyata pertama dari AIPAC bahwa strategi kampanye mereka telah menjadi bumerang".
Namun, ia memperingatkan, "jika super PAC AIPAC, sumber utama donasi kampanyenya, akan terus beroperasi, itu mungkin merupakan upaya untuk mengubah citra diri tanpa menyerahkan medan pertempuran."
Jadi meski mundur, mereka tidak benar-benar menyerah. AIPAC, yang baru meluncurkan komite aksi politiknya dan mulai mendukung kandidat tiga siklus lalu, hampir tidak akan meninggalkan pemilihan umum AS.
Mereka berjanji untuk mempertahankan kerja Super Pac yang mendanai secara besar-besaran United Democracy Project, dan terus menyalurkan jutaan dolar untuk mendukung kandidat pro-Israel melalui donor individu dan anggota AIPAC.
Pergeseran strategi ini merupakan tanda bahwa mereka beradaptasi dengan lanskap politik yang berubah, bukan berarti mereka menyerah dalam upaya membentuknya.
(imf/bac)


