Trump Isyaratkan AS Bombardir Iran Lagi Minggu Ini

CNN Indonesia
Minggu, 25 Okt 2026 10:25 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan melancarkan serangan baru ke Iran dalam waktu dekat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan melancarkan serangan baru ke Iran dalam waktu dekat. (REUTERS/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan melancarkan serangan baru ke Iran dalam waktu dekat.

Ia bahkan menyebut militer AS bisa kembali menyerang Teheran pada Minggu, sembari memberi peluang bagi kedua negara untuk mencapai kesepakatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sedang mempertimbangkannya, mungkin besok," kata Trump saat ditanya mengenai rencana serangan terhadap Iran, seperti dikutip dari Anadolu Agency (AA News) pada Sabtu (24/10).

Trump enggan memastikan apakah serangan benar-benar akan dilakukan. Ia justru menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak akan diumumkan secara terbuka sebelum waktunya.

"Apakah Anda benar-benar berpikir saya akan memberi tahu jika saya akan melakukannya?" ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Di tengah ancaman tersebut, Trump mengatakan Iran masih memiliki kesempatan untuk menghindari serangan lanjutan dengan mencapai kesepakatan bersama Washington.

"Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi masalahnya, apakah mereka akan mematuhi kesepakatan itu?" kata Trump.

Trump menyebut tujuan utama AS adalah memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir di masa mendatang. Menurut dia, operasi militer sebelumnya yang melibatkan pesawat pengebom B-2 belum cukup untuk menjamin hasil yang bertahan lama.

"Saya harus membuatnya permanen. Itu satu-satunya alasan saya melakukannya," ujarnya.

Trump juga mengklaim pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meningkat dibandingkan sebelum perang dimulai. Ia tidak merinci angka yang mendukung klaim tersebut.

Meski mengisyaratkan kemungkinan serangan baru, Trump belum menyampaikan keputusan final mengenai langkah Washington selanjutnya. Ia menyebut serangan militer maupun kesepakatan diplomatik sebagai dua kemungkinan yang masih terbuka.

"Saya mungkin harus menuntaskannya, atau mungkin mereka akan membuat kesepakatan. Saya belum yakin. Apa pun itu, kita menang," sebutnya.

Perang AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada Februari telah memicu konflik lebih luas di Timur Tengah. Konflik tersebut masih belum sepenuhnya terselesaikan meski gencatan senjata telah tercapai dan kedua pihak disebut berupaya merampungkan kesepakatan damai.

(anm/bac)
placeholder