Demonstrasi Berujung Penjarahan di Spanyol, 100 Orang Ditangkap
Sebanyak 100 orang ditangkap setelah demonstrasi 'anti-sistem' di Barcelona, Spanyol, pada Sabtu (24/10) malam.
Aksi protes tersebut berujung pada penjarahan toko dan pembakaran fasilitas jalan di sekitar Plaza de Catalunya. Sekitar seperempat dari para demonstran yang ditangkap merupakan anak di bawah umur.
Diwartakan Reuters, Menteri Dalam Negeri Spanyol Catalonia Núria Parlon mengatakan, lebih dari 30 titik api muncul dan 14 toko dirusak atau dijarah.
Biasanya, kawasan tersebut ramai dikunjungi wisatawan dan warga yang berbelanja pada akhir pekan.
Aksi protes 'anti-sistem' tersebut sebelumnya diserukan melalui unggahan media sosial dengan tajuk gerakan "melawan sistem".
Unggahan tersebut juga memakai slogan "Institut Indignats", diterjemahkan dari gerakan "Lyceés Indignés" di Prancis, yang digunakan untuk menggalang para pelajar dalam beberapa pekan terakhir. Jika diterjemahkan, "Lyceés Indignés" artinya "Siswa SMA yang Marah."
Sejumlah video di media sosial memperlihatkan orang-orang terjebak di dalam toko, termasuk di Mall El Corte Inglés, setelah pintu penutup diturunkan untuk mencegah penjarahan.
Video lainnya menunjukkan demonstran bertudung dan berpakaian hitam menendang etalase, lalu membawa kabur barang-barang dari toko. Dalam beberapa unggahan, aksi itu tampak mendapat dukungan dari penonton daring.
Wali Kota Barcelona Jaume Collboni menegaskan, vandalisme di kotanya, "tidak akan dibiarkan tanpa hukuman." Ia mengatakan, wali dari anak di bawah umur yang terlibat juga dapat dimintai pertanggungjawaban.
Saat ini, Eropa sedang menghadapi gelombang kemarahan publik. Para demonstran memprotes masalah perumahan serta biaya hidup di berbagai negara di benua tersebut.
Selain di Spanyol, aksi demonstrasi juga berlangsung di sejumlah negara, seperti Prancis, Albania, Belgia, dan Italia.
(rti)