Militer Iran mengklaim telah menembak jatuh dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak atau drone jenis Low-cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS) milik Amerika Serikat di atas langit kota pelabuhan Bandar Abbas, Minggu (25/10).
Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa drone tersebut berhasil dihancurkan oleh tembakan sistem pertahanan udara yang berintegrasi dalam jaringan pertahanan nasional.
"Sebuah drone LUCAS milik Amerika Serikat ditembak dan dihancurkan di langit Bandar Abbas oleh tembakan sistem Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat, di bawah jaringan pertahanan udara terpadu negara," bunyi pernyataan Departemen Hubungan Masyarakat Militer Iran, melansir laporan Tasnim, seperti dilansir Anadolu Agency.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, pihak militer Iran belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai waktu pasti pelaksanaan operasi maupun misi penerbangan drone AS tersebut.
Aksi penembakan drone ini terjadi hanya berselang sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington berpeluang melancarkan serangan balasan ke Iran atau mencapai kesepakatan damai baru.
Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat sejak gelombang serangan udara gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari lalu.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata sempat disepakati, situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz dan sekitarnya tetap berada dalam status siaga tinggi.
Pihak Angkatan Darat Iran menegaskan bahwa seluruh sistem pertahanan udara di sepanjang wilayah pesisir selatan terus disiagakan penuh untuk mengantisipasi potensi pelanggaran wilayah udara oleh pihak asing.
(wiw)