Tentara dari Pangkalan Militer AS Rampok dan Bunuh Wanita di Jepang

CNN Indonesia
Minggu, 25 Okt 2026 22:20 WIB
Tentara dari Pangkalan Militer AS Rampok dan Bunuh Wanita di Jepang
Ilustrasi kasus pembunuhan. (Istockphoto/ Ilbusca)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang anggota Marinir Amerika Serikat (AS) yang bertugas di Jepang resmi didakwa atas tuduhan perampokan dan pembunuhan terhadap seorang wanita di Prefektur Okinawa, Minggu (25/10).

Tersangka bernama Devin Ballard (20) yang bertugas di Pangkalan Udara Futenma didakwa menganiaya korban hingga tewas di sebuah hotel di Naha, ibu kota Prefektur Okinawa, pada 3 Oktober lalu.

Melansir Anadolu Agency, berdasarkan laporan Kyodo News, Ballard melilitkan kabel pengisi daya ponsel ke leher korban hingga tewas sebelum menggasak barang berharga milik wanita tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aparat kepolisian setempat menangkap Ballard pada 4 Oktober lalu setelah memergokinya berjalan sendirian di area Kota Okinawa beberapa jam usai kejadian.

Insiden berdarah ini memicu gelombang kemarahan warga lokal Okinawa yang telah lama memprotes keberadaan pangkalan militer AS di wilayah mereka akibat maraknya kasus kriminalitas, gangguan kebisingan, hingga pencemaran lingkungan.

Gubernur Okinawa Genta Koja mendesak pemerintah pusat di Tokyo untuk segera mengambil langkah tegas demi mencegah berulangnya kejahatan yang melibatkan personel militer asing.

Pemerintah Jepang melayangkan protes keras kepada Washington. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengecam tindakan anggota Marinir AS tersebut sebagai kejahatan yang sangat keji.

Tokyo mendesak Pemerintah AS untuk kooperatif penuh dalam proses hukum serta memperketat kedisiplinan prajuritnya selama bertugas di wilayah Jepang.

Menanggapi insiden tersebut, komando militer AS di Okinawa memberlakukan kebijakan jam malam selama 30 hari sejak 9 Oktober lalu. Seluruh personel militer AS dilarang meninggalkan pangkalan antara pukul 00.00 hingga 05.00 pagi.

Pemerintah AS dan Jepang kini telah memulai dialog intensif untuk meninjau kembali efektivitas aturan perilaku prajurit di luar pangkalan serta merencanakan patroli gabungan antara polisi Jepang dan militer AS di Okinawa.

(wiw)
placeholder