Yordania Tangkap 3 Tersangka Teror Penembakan Massal Gereja

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 14:00 WIB
People and security forces gather outside a Greek Orthodox Church in the village of Hammoud in Jordan's Karak governorate following a shooting on October 23, 2026. Gunmen killed at least seven people and wounded 10 more in an attack on a church in so
Yordania menangkap 3 orang tersangka penembakan massal di sebuah gereja Ortodoks Yunani di Karak yang menewaskan sembilan orang dan melukai 25 lainnya. (Foto: AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasukan keamanan Yordania menangkap tiga orang tersangka penembakan massal di sebuah gereja Ortodoks Yunani di Karak pada Jumat (23/10). Serangan tersebut menewaskan sembilan orang dan melukai 25 lainnya.

"Setelah melakukan operasi keamanan gabungan, tim investigasi khusus dan penggerebekan berhasil menangkap tiga teroris yang bertanggung jawab atas serangan teroris pengecut tersebut," lapor stasiun televisi negara melalui X, Senin (26/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Media pemerintah melaporkan ketiga tersangka terluka dalam baku tembak dengan aparat saat upaya penahanan berlangsung.

"Kami telah menangkap para pelaku pembunuhan. Kami sedang menyelidiki seluruh faktor yang mendorong kaum muda menuju ekstremisme, dan siapa pun yang terbukti terlibat akan dimintai pertanggungjawaban," kata Menteri Dalam Negeri Yordania Mazen Al Faraya dalam unggahan di X pada Senin.

Sementara itu, dikutip AFP, Raja Abdullah II, juga telah menemui para korban serangan yang belum pernah terjadi di negara tersebut ini. Dalam rapat Dewan Keamanan Nasional pada Sabtu, Raja Abdullah menegaskan "keamanan dan keselamatan warga Yordania adalah red line (yang paling krusial)".

Ia menambahkan bahwa "tangan keadilan akan menjangkau setiap teroris".

Raja Abdullah II juga menegaskan penembakan tersebut akan dibalas dengan "pembalasan paling keras" yang memungkinkan.

Sejauh ini, pihak berwenang belum mengonfirmasi identitas para pelaku dan juga motif penembakan.

Badan keamanan publik Yordania melaporkan penembakan massal ini terjadi pada Jumat (23/10) saat gereja sedang mengadakan upacara pemakaman.

Menurut pihak berwenang Yordania, sejumlah pria bersenjata menyerbu kompleks Gereja St. George di desa Hammoud, Provinsi Karak, saat prosesi pemakaman berlangsung dan melepaskan rentetan tembakan.

Karak merupakan tempat tinggal komunitas Kristen yang cukup besar di Yordania, negara kerajaan dengan mayoritas penduduk Muslim. Umat Kristen diperkirakan mencakup dua hingga tiga persen dari total populasi Yordania.

Sementara itu, Perdana Menteri Jafar Hassan telah menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari, mulai Jumat. Selama periode tersebut, bendera dikibarkan setengah tiang di gedung-gedung pemerintah dan lembaga publik.

Pada Minggu, delapan dari sembilan korban dimakamkan di dekat gereja dalam sebuah upacara pemakaman yang dihadiri kerumunan besar.

Foto-foto AFP memperlihatkan peti-peti jenazah yang diselimuti bendera diusung melewati kerumunan pelayat. Di antara mereka terdapat sejumlah besar tokoh agama, sementara aparat keamanan tampak dikerahkan dalam jumlah besar.

(rds)
placeholder