Dobrak Kultur Barat, Mamdani Pasang Bidet di Rumah Dinas New York
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, memasang bidet atau alat penyemprot air untuk bersih-bersih setelah menggunakan toilet di Gracie Mansion, rumah dinas wali kota.
Pemasangan itu menjadi perhatian setelah seorang pejabat kota mengungkap keberadaan alat tersebut melalui video yang diunggah ke media sosial.
Seorang penasihat strategis untuk Presiden Borough Queens, Katherine Brezler, menemukan bidet di salah satu kamar mandi Gracie Mansion saat menghadiri resepsi budaya Eropa Timur pada Kamis (22/10) malam. Ia kemudian merekam alat tersebut menggunakan ponselnya.
"Hai, saya bisa mengonfirmasi bahwa ada bidet di Gracie Mansion," kata Brezler dalam video tersebut.
Ia lalu mengarahkan kamera ke alat penyemprot air yang terpasang di samping tangki toilet, seperti dilaporkan New York Times.
Pemasangan bidet itu bukan bagian dari janji kampanye resmi Mamdani. Namun, ia pernah menyampaikan keinginannya untuk memasang alat tersebut sehari setelah pindah ke Gracie Mansion pada Januari.
Saat itu, Mamdani menyebut pemasangan bidet sebagai "tujuan yang ingin dicapai" di kediaman resmi wali kota New York tersebut. Keinginan itu akhirnya terealisasi tidak lama setelah ia menyampaikannya.
Pada Jumat (23/10), Kantor wali kota pada Jumat mengonfirmasi bahwa bidet telah dipasang di Gracie Mansion. Mamdani juga disebut membayar sendiri seluruh biaya pemasangan alat tersebut.
Bidet yang digunakan bukanlah perangkat porselen terpisah seperti yang umum ditemukan di sejumlah kamar mandi di Eropa. Alat tersebut berupa penyemprot air tambahan yang dipasang pada toilet. Menurut kantor wali kota, harga setiap unitnya mencapai US$24.
Kantor wali kota tidak menyebutkan jumlah toilet yang telah dilengkapi bidet. Namun, mereka memastikan seluruh toilet yang memungkinkan untuk dipasangi alat tersebut, baik di area publik maupun pribadi, sudah dilengkapi bidet. Seluruh pemasangan juga dilakukan pada waktu yang bersamaan.
Bidet semakin populer di AS
Penggunaan bidet sendiri semakin populer di AS. Laporan industri pada 2024 menunjukkan lebih dari dua dari lima pemilik rumah yang melakukan renovasi memilih memasang toilet dengan fitur khusus, termasuk dudukan toilet yang dilengkapi bidet.
Sementara itu, Axios melaporkan pasar bidet di AS diproyeksikan tumbuh sebesar 30 persen pada periode 2024 hingga 2029.
Bagi Brezler, penggunaan bidet tidak hanya berkaitan dengan kebersihan pribadi, tetapi juga kondisi infrastruktur kota. Ia mengaku telah menggunakan bidet di rumahnya dan menilai alat tersebut dapat membantu mengurangi penggunaan tisu basah yang dibuang ke toilet.
Menurut Brezler, tisu basah yang diklaim dapat dibuang melalui toilet menjadi salah satu masalah bagi sistem saluran pembuangan. Ia mengatakan penggunaan tisu tersebut dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur dengan nilai mencapai jutaan dolar.
"Tisu basah adalah hal terburuk bagi sistem saluran pembuangan dan perpipaan kita; tisu-tisu tersebut menyebabkan kerusakan senilai jutaan dolar," ujar Brezler.
"Padahal, Anda sebenarnya cukup membersihkan bagian bokong dengan sedikit semprotan air saja," lanjutnya.
Sebagai pejabat kota yang pekerjaannya kerap bersinggungan dengan infrastruktur publik, khususnya saluran pembuangan dan penanganan banjir, Brezler mendorong warga New York mempertimbangkan penggunaan bidet sebagai alternatif.
Pemasangan bidet menjadi perubahan terbaru di Gracie Mansion, bangunan bersejarah yang telah menjadi kediaman resmi wali kota New York selama puluhan tahun.
Wali Kota Fiorello H. La Guardia menjadi orang pertama yang tinggal di Gracie Mansion pada 1942. Sejak saat itu, para wali kota berikutnya turut memberikan sentuhan pribadi melalui perubahan pada sejumlah bagian rumah, mulai dari dapur hingga taman.
Mantan Wali Kota, Edward I Koch, tidak menyukai tanaman pakis di halaman depan. Ia menginginkan tampilan taman yang lebih berwarna sehingga bunga-bunga tahunan ditanam untuk mempercantik area tersebut.
Sementara itu, renovasi pada masa pemerintahan Wali Kota, Michael R. Bloomberg, mengungkap persoalan lama pada sistem perpipaan bangunan tersebut.
Dalam buku Gracie Mansion: A Celebration of New York City's Mayoral Residence karya Ellen Stern, perancang Jamie Drake menceritakan bahwa para pekerja menemukan masalah ketika hendak merenovasi kamar mandi.
Saat tukang ledeng mematikan aliran air untuk memulai pekerjaan, mereka mendapati Gracie Mansion hanya memiliki satu katup pemutus aliran air. Kondisi itu berbeda dari kebanyakan rumah yang biasanya memiliki katup tersendiri di setiap kamar mandi.
Masalah bertambah ketika para pekerja menemukan ulir katup tersebut telah mengalami korosi parah sehingga aliran air tidak dapat dinyalakan kembali.
"Kami harus mengakses saluran pasokan air utama di East End Avenue, yang mengharuskan kami mendapatkan izin untuk menutup seluruh akses di East End Avenue selama empat jam," ujar Drake.
(mge/bac)