Politikus keturunan Indonesia dan China, Alvin Tedjo, sukses terpilih menjadi Wali Kota Mississauga di Kanada, mengalahkan dua kandidat favorit sekaligus petahana.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Jakarta pada Selasa (27/10), di tengah isu kabut asap karhutla.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Rabu (28/10).
Politikus Keturunan Indonesia Alvin Tedjo Jadi Wali Kota di Kanada
Politikus berdarah Indonesia dan China, Alvin Tedjo, berhasil terpilih menjadi Wali Kota Mississauga di Kanada setelah mengalahkan dua kandidat favorit.
Dikutip dari Global News, penghitungan tidak resmi yang dirilis pemerintah kota menunjukkan Tedjo memimpin perolehan suara dengan 74.479 suara hingga Senin (26/10) pukul 23.30 waktu setempat.
Dengan hampir seluruh tempat pemungutan suara telah melaporkan hasilnya, Tedjo berhasil mengalahkan petahana Carolyn Parrish yang memperoleh 51.853 suara dan pemimpin Partai Liberal Ontario, Bonnie Crombie, yang meraih 43.191 suara. Crombie merupakan mantan Wali Kota Mississauga.
Alvin Tedjo merupakan politikus keturunan Indonesia-Tionghoa. Orang tua Tedjo menetap di Mississauga ia masih berusia 4 tahun. Alvin Tedjo tumbuh besar di pusat kota, di mana ia bisa melihat Balai Kota dari depan rumahnya.
Menhan Inggris Streeting Minta Warga Bersiap: 1.000 Hari Lagi Perang
Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting meminta warga negaranya untuk bersiap kemungkinan pecah perang di Eropa dalam 1.000 hari lagi.
Ia juga menyerukan para warga untuk mengumpulkan stok suplai bahan makanan dan minuman untuk mengantisipasi kesulitan pangan jika terjadi perang.
Streeting menyebut bahwa musuh-musuh Inggris bakal bersiap untuk menyerang Inggris pada 2030. Dengan demikian, Inggris dan aliansi negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) hanya memiliki waktu tiga tahun untuk melakukan persiapan.
Temui Menlu RI, Menlu Singapura Pakai Bahasa Indonesia Bicara Karhutla
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan menggunakan bahasa Indonesia saat membahas kabut asap buntut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
El Nino adalah fenomena yang semula jadi [alami]. Kebakaran hutan dan lahan disebabkan aksi manusia," kata Vivian.
Dia lalu berujar, "Jadi kita ada tanggung jawab untuk menyelamatkan kesehatan semua orang, semua warga negara Indonesia dan Singapura."
Vivian lebih lanjut berharap pemerintah Indonesia dan Singapura akan bekerja sama untuk mengatasi tantangan ini.
(tim)


