Menteri Israel Anti-Palestina Tantrum Partai Gagal Capai Target Pemilu

CNN Indonesia
Rabu, 28 Okt 2026 14:30 WIB
Partai menteri sayap kanan Israel Itamar Ben Gvir, Otzma Yehudit, gagal meraup jumlah kursi yang ditargetkan dalam pemilihan parlemen pada Selasa (27/10). (Foto: Maya Alleruzzo / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai menteri sayap kanan Israel Itamar Ben Gvir, Otzma Yehudit, gagal meraup jumlah kursi yang ditargetkan dalam pemilihan parlemen pada Selasa (27/10).

Otzma Yehudit hanya meraih kurang dari 10 kursi dari target dua digit kursi.

Dilansir dari Ynet News, Ben Gvir, yang merupakan Menteri Keamanan Nasional Israel, kecewa setelah exit poll yang dipublikasi Channel 12 dan Channel 13 menunjukkan partainya cuma meraih 6 kursi.

Ia tidak menanggapi hasil exit poll ketika tiba di markas Otzma Yehudit pada Selasa sesaat sebelum tengah malam. Kepada para pendukungnya, ia kemudian menyatakan masih percaya bahwa hasil pemungutan suara dapat berubah.

"Malam masih panjang. Kami percaya dan berharap bahwa kami hampir membentuk pemerintahan sayap kanan, dengan pertolongan Tuhan," ucapnya.

Partai Ben Gvir maju sendiri tanpa bergabung dengan blok mana pun di pemilu parlemen kali ini.

Pada pemilu parlemen sebelumnya, partainya bergabung dengan Partai Religious Zionism milik Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan memenangkan 14 kursi.

Ben Gvir telah menyampaikan bahwa ia berharap di pemilu kali ini partainya bisa meraup suara sama atau lebih besar dari 14 kursi.

Namun, tampaknya Ben Gvir harus menelan kekecewaan karena hasil sementara perolehan suara masih jauh dari harapannya.

Dalam pidato yang sama, Ben Gvir menepis dugaan bahwa partainya bakal berkoalisi dengan partai oposisi milik mantan panglima militer Gadi Eisenkot.

Ia berujar prospek tersebut tak akan ada karena pemerintahan Eisenkot "akan menjadi pemerintahan yang lumpuh".

"Hanya dua menit setelah exit poll dirilis, kita sudah mendengar pembicaraan mengenai pemerintahan persatuan dengan Eisenkot. Pemerintahan seperti itu cuma akan berujung pada kelumpuhan," ucapnya.

Belum ada pembicaraan langsung apakah Ben Gvir akan kembali berkoalisi dengan blok Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Meski begitu, partainya merupakan mitra tradisional Partai Likud Netanyahu.

(blq/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK