Geger 5 Negara Minta Warga Siap-siap Hadapi Ancaman Perang

CNN Indonesia
Kamis, 29 Okt 2026 06:35 WIB
A person with an umbrella picturing the British national flag stands guard in front of Buckingham palace, central London, on September 8, 2022. - Fears grew on September 8, 2022 for Queen Elizabeth II after Buckingham Palace said her doctors were "co
Inggris memprediksi perang pecah di Eropa dalam 1.000 hari, meminta warga mulai pasok kebutuhan darurat. (Foto: AFP/DANIEL LEAL
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah di sejumlah negara mengeluarkan panduan bagi warganya agar menyiapkan logistik termasuk makanan menyusul situasi terburuk seperti perang.

Beberapa negara di Eropa sudah menyebarluaskan rencana darurat kepada warga mereka, termasuk imbauan untuk menimbun persediaan makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Negara-negara itu menyebut sejumlah kemungkinan seperti perang, serangan siber, cuaca ekstrem, dan wabah penyakit sebagai alasan di balik penyampaian panduan ini.

Berikut daftar negara yang mengeluarkan panduan hingga imbauan agar warganya menghadapi situasi terburuk.

Inggris

Inggris juga sudah meluncurkan kampanye "Be Ready" sejak pekan lalu. Pemerintah mengimbau warga di negara ini untuk menyiapkan persediaan makanan, air, kebutuhan pokok, untuk tiga hari.

Kampanye itu menyusul di tengah kekhawatiran bahwa bencana alam, konflik bersenjata, dan keadaan darurat lain kini kerap terjadi.

Mereka juga menjelaskan secara rinci barang yang harus ada di rumah di masa itu: makanan yang tak mudah rusak untuk kebutuhan tiga hari, sembilan liter air minum kemasan per orang, produk kebersihan dan perlengkapan mandi, pakaian hangat, kantong tidur, selimut, hingga kotak P3K.

Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting bahkan telah memprediksi perang kemungkinan bisa pecah di Eropa dalam 1.000 hari ke depan atau sekitar hampir tiga tahun lagi.

Dalam tulisannya di The Telegraph pada Sabtu (24/10), Streeting menyebut bahwa musuh-musuh Inggris bakal bersiap untuk menyerang Inggris pada 2030.

Dengan demikian, Inggris dan aliansi negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) hanya memiliki waktu tiga tahun untuk melakukan persiapan.

"Keinginan pihak lawan untuk mencelakai kita bukanlah hal baru. Hal yang telah berubah adalah kapasitas mereka. Menjelang tahun 2030, kekuatan militer dan ekonomi perang mereka dapat menempatkan mereka dalam posisi untuk melancarkan serangan. Hal ini memberi kita waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk menyelesaikan misi kita: bersiap bersama sekutu untuk bertempur dan meraih kemenangan," tulisnya di The Telegraph, dikutip dari Anadolu Agency.

Baca di halaman berikutnya >>>

LIHAT SELENGKAPNYA