Presiden Vladimir Putin memuji kejeniusan Elon Musk dan mengaku telah menghubungi para pemegang saham kendali Starlink, di tengah upaya Rusia mengembangkan komunikasi satelitnya sendiri untuk digunakan militer melawan Ukraina.
Putin kemudian membandingkan jaringan yang mengorbit Bumi yang dibangun oleh SpaxeX milik Musk, dengan upaya bertahap Rusia untuk membantun konstelasi Rassvet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Elon Musk adalah seorang jenius, jenius sejati," kata Putin saat berbicara pada pertemuan dengan para pemimpin Afrika di Moskow.
"Berapa banyak [satelit] yang dia miliki di orbit? Lebih dari 5.000, dan kita baru mengambil langkah pertama," imbuh Putin, dikutip kantor berita TASS.
Jumlah sebenarnya satelit SpaceX yang aktif diperkirakan sekitar 10 ribu, yang menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi. Keberadaan satelit-satelit ini kemudian menjadi salah satu subjek perselisihan diplomatik antara Musk, Amerika Serikat, dan Ukraina awal bulan ini.
Versi militer Starlink, yang disebut Starshield, tiba-tiba dibatasi pada pertengahan Oktober lalu sehingga membuat Ukraina gagal mencegat serangan drone dan menghambat beberapa pertahanan udara anti-drone mereka.
Awalnya Musk membantah bahwa dia telah memerintahkan pembatasan koneksi internet. Namun akhir bulan lalu ia mengaku telah menutup celah di mana Starlink sipil telah digunakan oleh militer.
Pujian Putin ini nampaknya dimaksud untuk menyanjung Elon Musk, sebab kendalinya atas teknologi komunikasi telah menimbulkan pertanyaan soal pengaruhnya terhadap Gedung Putih.
"Kami menjalin kontak erat dengan mitra AS, termasuk Musk, karena sangat penting di orbit untuk tidak saling menghalangi dan untuk menjaga tingkat disiplin dan ketertiban tertentu," kata Putin.
Starlink tidak berfungsi di Rusia dan penggunaannya oleh Rusia di Ukraina telah dibatasi awal tahun ini.
Sementara itu, Rusia telah mulai mengembangkan sistem alternatif meskipun dengan perkiraan 26 satelit yang beroperasi, kapasitasnya masih terbatas.
(bac/dna)

