Aksi Dukung Palestine Action, 139 Warga di Inggris Ditangkap

CNN Indonesia
Minggu, 01 Nov 2026 08:50 WIB
A pro-Palestinian activist is carried away by police officers after being arrested during a protest in support of the proscribed group Palestine Action outside the US Embassy in London, on October 31, 2026. (Photo by CARLOS JASSO / AFP)
Polisi di Inggris menangkap 139 warga di London saat berunjuk rasa mendukung Palestine Action. (AFP/CARLOS JASSO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi di Inggris menangkap 139 warga di London saat berunjuk rasa mendukung Palestine Action, organisasi yang dicap teroris berdasarkan hukum negara tersebut.

Dalam unggahan di X pada Sabtu (31/10) malam, Kepolisian Metropolitan London mengonfirmasi jumlah penangkapan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"[Sebanyak] 139 orang ditangkap. Sebagian besar penangkapan dilakukan karena menyatakan dukungan ke organisasi terlarang," demikian pernyataan polisi seperti diberitakan Al Jazeera.

Kelompok yang mengorganisir unjuk rasa ini, Defend Our Juries, mengatakan hingga kini total warga yang ditahan karena mendukung Palestine Action lebih dari 4.000 sejak Juli tahun lalu.

"Sungguh mengerikan kini terjadi lebih dari 4.000 penangkapan berdasarkan undang-undang terorisme karena aksi damai yang secara diam-diam menyatakan penentangan terhadap genosida dan dukungn untuk kelompok Palestine Action," kata juru bicara kelompok itu.

"Larangan terhadap Palestine Action sepenuhnya berasal dari strategi [Presiden AS Donald] Trump, jadi wajar jika tonggak penting ini tercapai pada Hari Halloween dan di luar kedutaan AS," imbuh dia.

Klasifikasi itu, menurut dia, adalah strategi pemerintah Inggris yang berusaha menyenangkan Trump dan perusahaan senjata Israel yang terusik dengan Palestine Action.

"Bukan tentang ancaman terorisme apa pun," jelas jubir Defend Our Juries.

Inggris menentapkan Palestine Action sebagai organisasi teroris pada Juli tahun lalu, di bawah pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer. Klasifikasi ini membuat mereka setara ISIS di mata pemerintah Inggris.

Para aktivis dan kritikus menilai keputusan menetapkan Palestine Action sebagai organisasi teroris bertujuan membungkam suara-suara pro Palestina di Inggris.

Penangkapan itu berlangsung saat warga menggelar unjuk rasa di London sebagai protes terhadap keputusan tersebut pada Sabtu. Ini adalah protes massal pertama di bawah pemerintahan baru Andy Burnham.

Demo juga berlangsung di luar konsulat Amerika Serikat di Edinburgh, ibu kota Skotlandia. Namun, sejahu ini belum ada laporan penangkapan di sana.

Para demonstran di kedua kota itu memegang poster bertuliskan "Saya menentang genosida. Saya mendukung Palestine Action."

(isa/end)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA