Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Panjang Usai Diancam Trump

CNN Indonesia
Minggu, 01 Nov 2026 23:10 WIB
A person dressed up as US President Donald Trump inside a mock prison cell during a performance in Tehran, Iran, October 21, 2026. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Iran memperingatkan perang baru melawan AS bisa berlangsung lebih lama dibandingkan konflik sebelumnya usai Trump kembali menebar ancaman. (Foto: via REUTERS/Majid Asgaripour)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran memperingatkan perang baru melawan Amerika Serikat (AS) bisa berlangsung lebih lama dibandingkan konflik sebelumnya.

Peringatan itu disampaikan Teheran setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan masih ada sejumlah target yang harus 'ditangani'.

"Perang yang mungkin terjadi di masa depan bisa berlangsung lebih lama dibandingkan konflik sebelumnya. Presiden Amerika Serikat tidak akan berada dalam posisi untuk menentukan waktu ataupun syarat berakhirnya perang tersebut," kata juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia melalui televisi pemerintah Iran, dikutip AFP, Minggu (1/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, kemarin Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei mengungkapkan telah menerima surat dari Wakil Presiden AS JD Vance, yang berupaya menghidupkan kembali perundingan.

Rezaei mencatat adanya perubahan positif dalam 'nada' komunikasi dari pihak AS. Namun, ia mengatakan belum memberikan tanggapan atas surat tersebut.

Menurutnya, Teheran sebelumnya telah menyampaikan kepada Washington bahwa selama persyaratan Iran tidak dipenuhi, maka Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali dan tidak akan ada perundingan.

Persyaratan yang diajukan Iran mencakup pencairan aset mereka yang dibekukan di luar negeri, penghentian blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, pencabutan sanksi yang sudah lama diberlakukan, serta penghentian perang di semua front.

Namun, baru-baru ini Trump kembali berulah dengan mengisyaratkan AS dapat dengan cepat menyerang sejumlah target Iran yang masih tersisa.

"Kami masih harus menangani, bisa saya katakan, satu atau dua lokasi. Namun, kami bisa melakukannya dalam 10 menit," kata Trump kepada wartawan di kediamannya di Florida.

"Anda mungkin bisa melihat Gunung Pickaxe, dan itu harus ditangani. Kami bisa melakukan semuanya dengan sangat cepat," tambahnya.

Gunung Pickaxe yang dimaksud Trump merujuk pada kompleks nuklir bawah tanah yang diduga berada di lokasi tersebut.

Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang di Timur Tengah terus diwarnai ancaman berulang dari AS dan Israel untuk kembali melancarkan serangan udara. Ancaman itu muncul di tengah berlangsungnya pemilihan umum penting di AS dan Israel.

Sejumlah pejabat tinggi militer dan politik Iran telah memperingatkan agar tidak ada serangan baru terhadap negara mereka.

Juru bicara Garda Revolusi Iran Hossein Mohebbi pada Minggu mengulangi peringatan yang sebelumnya disampaikan melalui pesan tertulis oleh pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, sehari sebelumnya.

"Dalam konflik dengan Amerika, tidak ada batasan geografis. Wilayah operasi yang luas telah ditetapkan untuk memberikan kerugian kepada musuh," kata Mohebbi.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berharap negara lawan akan bersikap rasional dan memilih jalur diplomasi. Ia memastikan Iran 'tetap siap menghadapi pertahanan maupun diplomasi'.

Penasihat diplomatik Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Anwar Gargash mengatakan negaranya berharap pertukaran komunikasi tersebut menghasilkan terobosan diplomatik. Namun, UEA juga bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

"Melalui putaran konflik berikutnya, kawasan ini tidak akan mendapatkan keuntungan apa pun. Namun, seperti yang telah kami tunjukkan sebelumnya, kami juga bersiap menghadapi kemungkinan terburuk," katanya.

(pta)
LIHAT SELENGKAPNYA