Identitas Pilot Pesawat Learjet 60 yang Jatuh dan Meledak Terungkap
Identitas pilot pesawat jet pribadi Learjet 60 yang jatuh dan meledak di Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, akhirnya terungkap.
Kecelakaan yang terjadi pada Minggu (1/11) itu menewaskan seluruh sembilan orang yang berada di dalam pesawat, termasuk pilot dan kopilotnya.
Pilot tersebut bernama Jeff Gregory, 55 tahun. Catatan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) juga mencatat Gregory berasal dari Gilbertsville, Pennsylvania.
Gregory diidentifikasi sebagai kapten pesawat oleh East Coast Jets, perusahaan jet pribadi yang berbasis di Allentown, Pennsylvania. Ia pernah bekerja di perusahaan tersebut pada 2016 dan 2017.
Sementara itu, salah satu penumpang yang tewas bernama Adam Robinson. Ia meninggal bersama istrinya, Helen, dan dua anak mereka yang masih kecil.
Kopilot pesawat tersebut, Nathalia Filgueiras, 20 tahun, juga menjadi korban dalam kecelakaan itu. Ibunya, Camile, mengonfirmasi kepada New York Post bahwa putrinya merupakan kopilot Learjet 60.
East Coast Jets menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Gregory dalam tragedi tersebut. Perusahaan itu mengaku "sangat sedih" atas kecelakaan yang merenggut nyawa mantan karyawannya.
"Doa kami untuk keluarga Jeff, rekan kru, para penumpang, dan semua orang yang terkena dampak tragedi yang memilukan ini," demikian pernyataan East Coast Jets kepada FOX 29.
Rekaman detik-detik terakhir pesawat
Sementara itu, Limerick Chapel di Limerick, Pennsylvania, bekerja sama dengan keluarga Gregory untuk membantu mempersiapkan upacara pemakamannya.
Di tengah proses identifikasi korban, rekaman komunikasi antara awak pesawat dan menara pengawas lalu lintas udara (ATC) juga mengungkap detik-detik terakhir sebelum pesawat jatuh.
Learjet 60 tersebut sedang terbang dari Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Texas, menuju Bandara North Eleuthera di Bahama. Namun, pesawat mengalami masalah saat melintas di wilayah Florida.
Dalam komunikasi awal dengan petugas ATC, awak pesawat melaporkan pembentukan es, turbulensi sedang, dan hujan lebat. Kondisi kemudian memburuk ketika pesawat mengalami penurunan ketinggian secara drastis.
Rekaman audio menangkap awak pesawat melaporkan pesawat turun dengan kecepatan 3.048 meter per menit sebelum situasi semakin tidak terkendali.
"Mayday! Mayday! Kami turun 10.000 kaki (3.048 meter) per menit!" ujar salah satu awak pesawat dalam rekaman tersebut.
Dalam komunikasi berikutnya, awak pesawat melaporkan penurunan dengan kecepatan sekitar 6.096 meter hingga 6.705 per menit.
Nathalia juga terdengar memperingatkan bahwa pesawat akan menabrak tanah. Petugas ATC kemudian berusaha menenangkan awak pesawat dengan mengatakan bahwa mereka akan terus mendampingi komunikasi tersebut.
"Saya di sini bersama Anda. Bicaralah kepada saya," ujar petugas ATC.