Militer Israel Shock AS Setop Bantuan Rp72,5 T, Netanyahu Bungkam

CNN Indonesia
Rabu, 04 Nov 2026 11:00 WIB
Israel's Prime Minister Benjamin Netanyahu chairs a cabinet meeting at the Kirya military base, which houses the Israeli Ministry of Defence, in Tel Aviv on December 24, 2023. (Photo by Ohad Zwigenberg / POOL / AFP)
Militer hingga pejabat pertahanan Israel terkejut mengetahui Presiden Donald Trump akan menghentikan bantuan AS sekitar Rp72,5 triliun ke negara tersebut. (Foto: AFP/OHAD ZWIGENBERG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer hingga pejabat pertahanan dan keuangan Israel terkejut mengetahui Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menghentikan bantuan sekitar US$4 miliar (sekitar Rp72,5 triliun) ke negara tersebut per akhir 2026.

Media lokal Israel Yedioth Ahronoth dan Ynet melaporkan pejabat di Kementerian Keuangan, Kementerian Pertahanan, dan militer tak tahu-menahu soal pengumuman itu sebelumnya. Mereka kini sedang meneliti implikasi penghentian bantuan, termasuk untuk transaksi militer di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Media Israel lainnya, KAN, mengutip sumber pertahanan Isrel, melaporkan pengumuman itu tak terduga meskipun dialog sedang berlangsung dengan rekan-rekan AS.

Sumber itu juga mengatakan badan-badan profesional terkait belum menerima keputusan dan akan mempelajari dampaknya.

Trump mendadak mengumumkan penghentian bantuan keuangan tahunan AS ke Israel sebesar Rp72,5 triliun di hari pemilihan sela atau midterm election AS berlangsung, Selasa (3/11).

"Kami memberi Israel US$4 miliar (Rp72,5 triliun) per tahun, dan beberapa bulan lalu kami membuat kesepakatan bahwa kami akan menghentikannya," kata Trump dalam wawancara melalui telepon dengan Fox News.

Berdasarkan kesepakatan itu, Israel menerima bantuan keuangan untuk pembelian senjata senilai sekitar US$3,8 miliar (Rp70 triliun) per tahun.

Trump mengaku Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "tidak keberatan" dengan keputusan penghentian bantuan tersebut.

Dikutip Anadolu Agency, Trump bahkan mengatakan dia dan Netanyahu sudah sepakat dari beberapa bulan lalu untuk mengakhiri bantuan tahunan tersebut. Presiden AS ini menyebut Israel tak lagi butuh uang.

Meski demikian, Trump menekankan Washington akan tetap membantu sekutunya jika memang diperlukan.

Hingga kini, Netanyahu belum memberikan respons ke publik soal penghentian bantuan tahunan AS ke Israel ini.

Keputusan AS ini muncul ketika Netanyahu terancam lengser menyusul partainya yang gagal meraup ambang batas suara mayoritas di pemilu Israel untuk bisa kembali lagi membentuk pemerintahan dan berkuasa.

Rival terkuat PM Benjamin Netanyahu sekaligus pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot, juga mengonfirmasi bahwa pejabat dan warga Israel mengetahui berita ini dari media, bukan pemerintah.

Menurut eks panglima militer Israel itu, langkah AS ini menggambarkan bahwa Netanyahu sudah tak layak lagi memimpin negara tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Ia mengatakan sang PM menimbulkan bahaya nyata bagi Israel.

"Hubungan khusus Israel dengan Amerika Serikat merupakan salah satu komponen utama keamanan nasional Israel," tulis mantan panglima militer Israel itu di X.

"Fakta bahwa aparat keamanan, bersama warga Israel, baru mengetahui perubahan kerangka hubungan strategis tersebut melalui media menunjukkan betapa tindakan Benjamin Netanyahu benar-benar menimbulkan bahaya nyata," ujar Eisenkot.

"Netanyahu harus memberikan penjelasan kepada warga Israel malam ini," ucapnya menambahkan.

(isa/rds)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA